Garuda Indonesia siap fasilitasi penerbangan kontingen PON Papua

Garuda Indonesia siap fasilitasi penerbangan kontingen PON Papua

Piktogram 37 cabang olah raga PON XX Papua.(ANTARA News Papua/HO-PB PON Papua)

Jakarta (ANTARA) - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. siap memfasilitasi layanan penerbangan bagi seluruh kontingen dari 34 provinsi yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 2-15 Oktober mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ade Lukman. Menurut dia, fasilitas yang diberikan Garuda salah satunya berupa potongan harga sebesar 15 persen bagi seluruh atlet pada multievent nasional empat tahunan itu.

“KONI Pusat dua hari lalu sudah bertemu direktur utama Garuda Indonesia. Kami sudah menerima surat dari Garuda untuk atlet dan ofisial dari 34 KONI Provinsi yang akan berangkat ikut PON akan diberikan diskon 15 persen,” ungkap Ade Lukman dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

“Kemudian extra luggage 5 kg dan untuk peralatan olahraga sudah otomatis 23 kg itu free,” sambung dia.

Baca juga: KSP: PON Papua bukti komitmen pembangunan Indonesia-sentris 
Baca juga: PON Papua dijamin aman dari KKB 


Selain potongan harga, Garuda juga siap menyediakan fasilitas penerbangan tambahan menuju empat klaster PON Papua yang berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Dengan fasilitas tersebut, maka nantinya para atlet dari daerah asal bisa langsung terbang menuju klaster tempat atlet bertanding sehingga mereka tidak perlu melakukan perjalanan panjang yang diperkirakan bakal membuat atlet kelelahan.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dalam pertemuannya bersama jajaran direksi Garuda Indonesia, Selasa (27/4), telah menyampaikan kebutuhan penerbangan udara yang efisien sangat penting bagi para atlet yang akan berlaga pada PON Papua.

Fasilitas tersebut dapat membantu kontingen dari ujung barat Indonesia, misalnya yang butuh waktu hingga 20 jam untuk cepat tiba di daerah yang terkenal dengan julukan Bumi Cenderawasih itu.

“Seluruh kontingen memerlukan penerbangan tambahan ke Papua, mereka harus tiba di Papua H-3 dan H+2 penyelenggaraan PON XX,” kata Marciano.

“Kalau bisa seefisien mungkin, jangan sampai atlet letih sebelum bertanding,” tambah dia. 

Baca juga: KONI gandeng Garuda Indonesia untuk penerbangan kontingen PON Papua 
Baca juga: Telkomsel siapkan infrastruktur jaringan komunikasi dukung PON Papua 
Baca juga: PB PON Papua gandeng lembaga Internasional untuk tes doping atlet 

 

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021