Kasus COVID-19 di Bangka Barat tambah 36 dan satu meninggal dunia

Kasus COVID-19 di Bangka Barat tambah 36 dan satu meninggal dunia

Pengetatan pengawasan protokol kesehatan terus dilakukan di Bangka Barat untuk pengendalian penyebaran COVID-19. ANTARA/ Donatus Dasapurna.

Mentok, Babel (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan hari ini terjadi penambahan kasus positif virus corona jenis baru sebanyak 36 orang dan satu orang pasien meninggal dunia.

"Penambahan sebanyak 36 orang positif virus corona jenis baru itu berasal dari seluruh kecamatan, hasil dari pengembangan kasus yang terjadi sebelumnya," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma di Mentok, Jumat.

Ia menjelaskan, kasus-kasus baru itu merupakan hasil penelusuran dan pemeriksaan warga yang sebelumnya memiliki kontak erat dengan pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan positif COVID-19 dan saat ini sudah menjalani isolasi.

Sebanyak 36 kasus itu berasal dari, Kecamatan Mentok 10 orang, Simpangteritip empat orang, Jebus tujuh orang, Parittiga empat orang, Kelapa enam orang dan Tempilang lima orang.

"Mereka sudah kami lakukan pemeriksaan dengan menggunakan rapid antigen dan menunjukkan hasil positif, selanjutnya kami sarankan menjalani proses karantina atau isolasi," katanya.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 Bangka Barat bertambah 102 menjadi 426 orang

Baca juga: Polisi Bangka Barat giatkan penyuluhan larangan mudik


Menurut dia, dalam setiap pemeriksaan, para petugas kesehatan akan secara cermat memeriksa seluruh pasien untuk kemudian direkomendasi ke penanganan lanjutan, yaitu dikirim ke wisma karantina, isolasi mandiri atau perawatan di RSUD.

"Para tenaga kesehatan Puskesmas yang mengarahkan dengan berkoordinasi ke Satgas tingkat kabupaten. Jika memang warga positif COVID-19 tersebut tidak memiliki gejala atau gangguan kesehatan maka cukup melakukan karantina mandiri," katanya.

Ia menambahkan hari ini juga terjadi satu penambahan kasus pasien meninggal dunia berinisial nyonya Zr (62) warga Kelurahan Sungaibaru, Mentok.

Pasien tersebut meninggal dunia di RSUD Sejiran Setason dan telah dimakamkan menggunakan tata cara pemakaman jenazah COVID-19 di Permakaman Umum Kebon Nanas, Mentok.

"Almarhumah diketahui menderita penyakit penyerta dan 27 April 2021 telah diperiksa dengan rapid antigen yang menunjukkan hasil positif," katanya.

Dengan adanya tambahan kasus-kasus tersebut, selama pandemi COVID-19 sampai hari ini di Kabupaten Bangka Barat ditemukan sebanyak 1.244 kasus positif, 18 orang di antaranya meninggal dunia, 820 orang dinyatakan sembuh dan 406 orang masih wajib isolasi, karantina atau perawatan di RSUD.

"Kami imbau masyarakat meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang dimulai dari diri masing-masing dan keluarga karena kasus di daerah ini semakin meningkat dan perlu penanganan bersama-sama," katanya.

Baca juga: COVID-19 melonjak, Bangka Barat kembali hentikan sekolah tatap muka

Baca juga: Pasien COVID-19 Bangka Barat wajib isolasi bertambah 42 jadi 252
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021