Dinkes Banjarmasin anjurkan konsumsi ramuan COVID-19 Kemenkes

Dinkes Banjarmasin anjurkan konsumsi ramuan COVID-19 Kemenkes

Dinkes Banjarmasin bersama tim Kemenkes RI saat mengunjungi pengembangan tanaman obat di Alalak Selatan. (Antaranews Kalsel/istimewa)

Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menganjurkan masyarakat mengkonsumsi ramuan kesehatan untuk daya tahan tubuh dari serangan COVID-19 yang resepnya dibuat Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin, Selasa, menyatakan Kemekes RI mengeluarkan surat edaran bertanggal 19 Mei 2021 tentang pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan pada masa pandemi COVID-19 ini.

Dari surat edaran itu, ada sebanyak enam macam ramuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh tersebut, diantara bahan-bahan utama setiap ramuan tersebut adalah kunyit, jahe merah, kencur, pegangan, daun kelor hingga bawang putih tunggal.

Disamping itu ada bahan-bahan pendampingnya untuk campurannya seperti jeruk nipis, kayu manis, gula merah, lengkuas, tamulawak, gula aren, daun pandan dan madu.

Baca juga: Banjarmasin perpanjang lagi PPKM skala mikro hingga 31 Mei 2021

Baca juga: Banjarmasin gelar pelayanan vaksinasi COVID-19 di delapan masjid


"Jahe merah setiap hari saya gunakan untuk menjaga kesegaran dan stamina tubuh dua kali sehari saya minum," kat Machli Riyadi.

Menurut dia, berkaitan dengan pemanfaatan ramuan obat tradisional ini, pemerintah mengakui bahwa sumber daya alam khususnya tumbuh-tumbuhan yang dimiliki oleh Indonesia sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan.

Apalagi di masa pandemi COVID-19 ini, di mana bahan-bahan ramuan ini mudah saja ditemukan di setiap daerah, termasuk di daerah Kota Banjarmasin.

Bahan-bahan ramuan yang sebagian dari dapur masak ini tidak hanya sekedar untuk meningkatkan daya tahan tubuh, bahkan diakui juga sebagai upaya penyembuhan.

Dinkes Banjarmasin menerima kunjungan tim Kementerian Kesehatan RI yang mengurusi bidang Kajian Strategis dan Kebijakan atau yang biasa disingkat Kastrat.

"Kedatangan Kastrat yang dipimpin dr Dita dengan timnya yang akan merencanakan ke depan mudah-mudahan didukung oleh pemerintah kota untuk pembangunan griya sehat," ujarnya.

Tim Kastrat melihat langsung pengembangan tanaman obat keluarga di Kelurahan Alalak Tengah dan Alalak Selatan.

"Kunjungan ini juga didampingi Dinkes provinsi," paparnya.

Cara lain yang juga ampuh untuk terhindar dari penularan COVID-19 dengan terus menaati protokol kesehatan, selalu pakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan pakai sabun.*

Baca juga: Dinkes Banjarmasin instruksikan tes antigen bagi pendatang baru

Baca juga: Disbudpar apresiasi warga taati larangan berwisata ke siring sungai
Pewarta : Sukarli
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021