BRIN: Karangsambung dikembangkan jadi pusat geodiversitas Indonesia

BRIN: Karangsambung dikembangkan jadi pusat geodiversitas Indonesia

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko berbicara dalam Seminar Nasional "Geodiversitas Membangun Bangsa" yang dipantau di Jakarta, Kamis (03/06/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan kawasan geodiversitas Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, akan dikembangkan menjadi pusat geodiversitas Indonesia.

"Dalam proses pengembangan ini kita akan fokus salah satunya bagaimana meningkatkan posisi Karangsambung sebagai pusat konservasi geologi dan kemudian juga sekaligus untuk menjadi etalase geodiversitas di Indonesia," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam Seminar Nasional "Geodiversitas Membangun Bangsa" yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Kawasan geodiversitas tersebut diharapkan dapat menjadi etalase untuk menunjukkan kekayaan keragaman geologi di Indonesia, yang dapat disaksikan orang banyak ketika berkunjung ke Karangsambung.

Handoko menuturkan kawasan geodiversitas Karangsambung juga akan memfasilitasi aktivitas pengembangan teknologi terkait ilmu kebumian, dan menyediakan fasilitas laboratorium terpadu untuk kegiatan edukasi ilmu kebumian.

Baca juga: BRIN: Geodiversitas Karangsambung sebagai platform riset global

Baca juga: BRIN perkuat SDM unggul tingkatkan ekosistem riset dan inovasi


Tentunya, kawasan itu akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung termasuk penginapan baik yang ada di dalam kawasan maupun akomodasi di perumahan penduduk sekitar. Untuk akomodasi di perumahan warga sekitar, saat ini sudah tersedia sebanyak 144 tempat tidur. Para peneliti, dosen, mahasiswa, pelajar, dan orang-orang dari seluruh penjuru dunia dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di kawasan itu.

"Kita akan menyediakan fasilitas laboratorium yang lebih lengkap di sana karena selama ini Karangsambung itu menjadi pusat untuk menempa mahasiswa geologi dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, dan dengan sendirinya kalau kita sudah sediakan peralatan dan lab termasuk peralatan observasi lapangan mereka tentu akan dimudahkan sehingga mereka tidak perlu membawa alat sendiri," tutur Handoko.

Di kawasan itu juga akan dikembangkan kebun raya mini sehingga akan mampu mendukung fungsi dari kawasan tersebut dan menjaga kawasan dari praktik alih fungsi lahan.

Dengan demikian, kawasan geodiversitas Karangsambung akan menjadi salah satu tujuan eduwisata dan riset yang semakin menarik. Selain itu, masyarakat setempat juga akan dapat merasakan dampak ekonomi langsung dengan adanya keberadaan kawasan geodiversitas itu karena akan ramai dikunjungi orang untuk berbagai kepentingan termasuk untuk riset, studi dan wisata.

Baca juga: BRIN: Penelitian bidang konservasi tumbuhan terus ditingkatkan

Baca juga: BRIN dorong keanekaragaman hayati berdampak bagi ekonomi
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021