Kebutuhan oksigen di RSUD Kota Madiun naik signifikan

Kebutuhan oksigen di RSUD Kota Madiun naik signifikan

Ilustrasi - Petugas Sudin Sumber Daya Air DKI Jakarta bersiap memindahkan tabung oksigen ke bak truk di salah satu pabrik pengisian oksigen kawasan Cakung, Jakarta, Kamis (1/7/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww

Madiun (ANTARA) - Kebutuhan oksigen di Rumah Umum Sakit Daerah (RSUD) Kota Madiun, Jawa Timur naik signifikan seiring melonjaknya kasus COVID-19 di wilayah setempat dalam sebulan terakhir.

Plt Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi mengatakan kebutuhan oksigen di rumah sakit setempat mencapai 120 tabung besar setiap bulannya atau sudah meningkat hingga dua kalinya.

"Kebutuhan oksigen kita kurang lebih sekitar 120 tabung setiap bulannya. Itu tabung yang besar. Itu baru yang tabung, belum yang liquid (cair)," ujar Agus Nurwahyudi di Madiun, Senin.

Menurut dia, peningkatan juga terjadi untuk kebutuhan oksigen cair. Agus menyebut pengiriman oksigen cair biasanya hanya sekali seminggu, kini menjadi dua kali seminggu. Dalam sekali pengiriman oksigen cair, nantinya menjadi gas oksigen untuk 400 tabung.

Kebutuhan oksigen itu didominasi untuk pasien COVID-19 di rumah sakit milik Pemkot Madiun tersebut.

Agus menjelaskan stok oksigen di rumah sakitnya saat ini diperkirakan cukup untuk empat hari ke depan, jika kondisi pasien stabil bergejala ringan.

Baca juga: Kereta medik darurat INKA tampung 60 pasien COVID-19
Baca juga: Wagub Jatim minta RSUD Soedono Madiun jaga ketersediaan tempat tidur


Ia menjelaskan kebutuhan oksigen tidak dapat diprediksi sebab menyesuaikan kondisi pasien yang dirawat.

"Tetapi kalau pasien yang masuk dengan gejala sedang atau berat, juga yang sudah dirawat kondisinya berubah perlu  suplai oksigen lebih besar, maka stok oksigen kita juga lebih cepat habis," katanya.

Ia memastikan pihak distributor siap untuk menyuplai kebutuhan jiwa sewaktu-waktu diperlukan, dengan harapan pengiriman tabung oksigen tidak mendapat kendala.

Agus berharap masyarakat turut menjaga diri sendiri dan keluarga serta lingkungan dari penularan COVID-19. 

"Kondisi pasien sangat bermacam. Untuk kasus yang berat, bisa membutuhkan 9 liter oksigen per menitnya. Bayangkan jika rata-rata kebutuhan oksigen per pasien sebesar itu," kata dia.

Ia menambahkan, itu baru dari segi kebutuhan oksigen, belum dari segi kapasitas ruang isolasi dan tenaga medisnya.

"Saat ini, rumah sakit sudah sangat bekerja keras menangani pasien COVID-19," katanya.

Karenanya ia berharap masyarakat turut menekan penularan COVID-19 dengan disiplin protokol kesehatan.

Sesuai data, secara total, kasus COVID-19 di Kota Madiun hingga Senin (5/7) mencapai 3.622 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.895 orang di antaranya telah sembuh, 496 orang masih dalam pemantauan, dan 231 orang meninggal dunia.

Tambahan kasus per Senin ini, konfirmasi baru 77 orang, sembuh 30 orang, dan meninggal dunia nihil.

Baca juga: Lonjakan kasus, RS rujukan COVID-19 di Kabupaten Madiun hampir penuh
Baca juga: Satgas: Zona merah Jatim geser ke Banyuwangi, Bondowoso, Kota Madiun
Baca juga: Wali Kota Madiun dan istri positif terinfeksi COVID-19
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021