Dinkes Kediri libatkan institusi kesehatan jadi relawan

Dinkes Kediri libatkan institusi kesehatan jadi relawan

Petugas medis melakukan vaksinasi COVID-19 di Kediri, Jawa Timur. ANTARA / dokumen

Kediri (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, melibatkan unsur institusi kesehatan di kota ini menjadi relawan kesehatan, untuk vaksinasi COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dokter Fauzan Adima mengatakan dinkes telah menggandeng Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Kampus IV Kebidanan Kediri dan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata dalam program percepatan vaksinasi COVID-19.

"Tidak hanya dosen juga dari unsur mahasiswa dari masing-masing institusi tersebut kami ajak untuk menjadi relawan vaksinator dan administrator dalam kegiatan vaksinasi," kata Fauzan Adima di Kediri, Senin.

Baca juga: Pemkab Lebak rekrut relawan tenaga kesehatan untuk tangani COVID-19

Ia juga mengatakan, nantinya para relawan ini akan ditempatkan di setiap fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas yang melaksanakan kegiatan vaksinasi.

"Jumlahnya sesuai kebutuhan. Masing-masing puskesmas berbeda-beda, total kebutuhan relawan saat ini ada 71 orang," kata Fauzan yang juga Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Kediri tersebut.

Ia menyebut, puskesmas itu antara lain Puskesmas Sukorame (10 orang relawan), Campurejo (enam relawan), Kota Wilayah Utara (enam relawan), Kota Wilayah Selatan (10 relawan), Pesantren 1 (10 relawan), Pesantren 2 (delapan relawan), Ngletih (10 relawan ), dan Mrican (delapan relawan) serta tiga orang sebagai cadangan.

"Mulai Senin (5/7) sesuai jadwal vaksinasi dari masing-masing puskesmas. Sebelum bertugas, diberikan pengarahan terlebih dahulu sekaligus juga akan dilakukan test swab bagi setiap relawan yang akan bertugas," ujar Fauzan.

Baca juga: Mensos berterima kasih kepada tenaga kesehatan dan relawan COVID-19

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri Alfan Sugiyanto mengungkapkan pemkot lebih intensif melakukan vaksinasi COVID-19.

"Targetnya 5.000 sampai 6.000 dosis vaksin per hari. Saat ini kami masih di kisaran angka 3.500 sampai 4.000 dosis per hari dan itu itu sudah kita push dari yang awalnya cuma 1.000 dosis per hari. Target dari pusat, Agustus kita sudah harus capai 70 persen orang yang tervaksin, untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok," kata Alfan.

Capaian vaksinasi di Kota Kediri hingga 3 Juli 2021 berhasil menempatkan Kota Kediri sebagai daerah nomor lima persentase vaksin terbanyak setelah Kabupaten Banyuwangi. Untuk SDM kesehatan dosis pertama 118.96 persen, dosis kedua 108,39 persen, pelayan publik dosis pertama 309,91 persen, dosis kedua 84,70 persen, dan lansia dosis pertama 48,88 persen, dosis kedua 14,54 persen.

Di Kota Kediri, hingga Minggu (4/7) terdapat 1.630 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada 159 orang yang masih dirawat, 1.311 orang telah sembuh dan 160 orang telah meninggal dunia. (*)

Baca juga: Panglima TNI apresiasi nakes yang bekerja setiap hari
Baca juga: Lindungi nakes, Nucleus Farma sumbang suplemen
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021