Kemenag dukung digitalisasi pendidikan di madrasah

Kemenag dukung digitalisasi pendidikan di madrasah

Tangkapan layar saat Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama M. Ali Ramdhani menyampaikan paparan dalam acara peluncuran platform pembelajaran digital bekerja sama dengan Alef Education yang digelar virtual, Rabu (14/7/2021) (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama mendukung transformasi digital untuk pendidikan di madrasah dengan membuka kesempatan bagi seluruh stakeholder, termasuk pihak swasta, guna menghadirkan model pembelajaran terkini, termasuk yang berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama M. Ali Ramdhani mengatakan upaya itu merupakan salah satu langkah untuk menghadirkan model pembelajaran digital yang bisa dilakukan secara sinkronus (guru dan siswa belajar di waktu yang sama) maupun asinkronus (siswa belajar di waktu yang berbeda dengan gurunya).

Kerja sama ini, kata dia, juga merupakan momentum untuk menciptakan budaya digital dalam rangka menopang dan mendukung transformasi digital dan program reformasi madrasah.

"Kita berharap kolaborasi Kementerian Agama, kolaborasi madrasah-madrasah kita bersama dengan Alef Education dapat bermanfaat dan menjadi solusi atas kebutuhan keberlangsungan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien," ujar M. Ali Ramdhani dalam acara virtual, Rabu.

Kementerian Agama bersama Alef Education menandatangani kesepakatan pada November tahun lalu untuk mentransformasi sektor pendidikan Indonesia menggunakan teknologi pendidikan dengan memberikan pengalaman belajar yang dapat disesuaikan bagi kebutuhan siswa untuk meningkatkan prestasi.

"Di dalam kesempatan ini saya menyambut terlibatnya masuknya Alef Education untuk membantu pendidikan nasional dan mendukung sepenuhnya program yang dijalankan untuk meningkatkan prestasi-prestasi dari siswa-siswi kita," ujar M. Ali Ramdhani.

Saat ini, yang menjadi fokus adalah materi pembelajaran matematika melalui platform yang berbasis artificial intelligence secara gratis kepada siswa siswi kelas 7 madrasah di seluruh Indonesia.

Alef Education mengklaim sebanyak 500 ribu siswa siswi madrasah akan bisa menggunakan platform tersebut. Adapun akses gratis akan diberikan selama enam bulan ke depan.

COO Alef Education Nadir Zafar mengatakan pihaknya memilih madrasah karena sekolah tersebut dinilai sangat terbuka terhadap teknologi pembelajaran baru untuk anak-anak.

Namun ke depan, pihaknya juga terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sekolah privat.

"Kami berharap pengalaman ini akan berhasil dan kami dapat memperkenalkan lebih banyak nilai dan lebih banyak mata pelajaran dalam waktu dekat. kami mengharapkan kerja sama jangka panjang dengan Kementerian Agama untuk merevolusi sektor pendidikan di Indonesia," ujar Nadir Zafar.

Baca juga: GREDU raih pendanaan seri A untuk digitalisasi sektor pendidikan

Baca juga: Kolaborasi IGI dan TikTok buat buku panduan digitalisasi pendidikan


Platform Alef adalah platform pendidikan digital berisikan konten matematika kelas 7. Terdapat tiga tipe platform yang tersedia, yakni platform untuk guru, siswa, dan kepala madrasah.

Indonesia Implementation Manager Alef Education Juventius Suhartono menyebut platform Alef memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya memiliki materi pelajaran yang menarik dan interaktif sehingga membutuhkan lebih sedikit perencanaan dam game yang mendidik untuk meningkatkan keterlibatan siswa.

Terdapat pula tambahan sumber pengetahuan seperti kunci istilah, fitur tugas, ulasan akhir bab, umpan balik, serta fitur bintang untuk memotivasi dan memberi penghargaan kepada siswa.

Alef Platform, kata dia, juga memiliki data langsung atau data live untuk mendukung diferensiasi, penilaian formatif dan sumatif, serta model penggunaan yang fleksibel sehingga bisa digunakan di dalam kelas, secara online, maupun campuran.

Pembelajaran digital yang disampaikan oleh platform Alef telah diselaraskan dengan standar kurikulum Indonesia dan menggunakan metode GASING (gampang, asyik, dan menyenangkan) untuk mendukung prestasi siswa.

"Yang penting dari platform Alef ini karena kita menekankan kepada kelas virtual dan juga belajar mandiri, jadi guru bisa mengakses platform, kepala madrasah bisa mengakses platform, siswa juga bisa mengakses platform kita. Jadi seluruh data pembelajaran siswa ini terintegrasi," kata Juventius.

"Siswa dapat mempelajari pelajaran, setelah itu mendalami, menerapkan dan mengevaluasi serta dievaluasi. Jadi dengan platform Alef siswa belajar mandiri sebelum atau setelah jam sekolah dan guru dapat menjadi fasilitator," tambah dia.

Baca juga: BPPT dukung Universitas Syiah Kuala perkuat transformasi digital

Baca juga: Digitalisasi keuangan institusi pendidikan bantu tingkatkan kualitas
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021