Saham Hong Kong dan China terpukul kekhawatiran regulasi

Saham Hong Kong dan China terpukul kekhawatiran regulasi

Arsip foto - Logo Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. (HKEX) terlihat di distrik Pusat keuangan di Hong Kong, Cina, Senin (14/9/2020). ANTARA/REUTERS/Tyrone Siu.

Shanghai (ANTARA) - Indeks acuan bursa saham Hong Kong dan saham-A China memperpanjang penurunan tajam pada penutupan terendah multi-bulan di perdagangan Selasa, karena investor khawatir atas dampak peraturan pemerintah yang lebih ketat.

Apa yang dimulai sebagai "aksi jual saham berdarah" ke pendapatan tetap dan pasar valuta asing pada Selasa sore, membuat yuan jatuh melewati level psikologis yang signifikan dan mendorong obligasi tenor 10 tahun pemerintah China berjangka turun 0,35 persen, karena para pedagang bergegas keluar dari kekacauan.

"Saya hanya bisa memahami bahwa aksi beli spekulatif investor domestik telah menyerah dan berada dalam ketidakpastian," kata seorang manajer pialang yang berbasis di Shanghai.

Nilai yuan terhadap dolar AS, di dalam dan di luar negeri, berbalik tajam dari kenaikan kecil menjadi melemah melewati 6,5 per dolar AS ke posisi terendah lebih dari tiga bulan.

Seorang pedagang di bank asing mengatakan tembusnya level 6,5 dapat menyebabkan pelemahan lebih lanjut untuk yuan.

"Bank sibuk meminta klien mereka untuk mengeksekusi konversi dolar ke yuan untuk mengambil keuntungan dari harga saat ini," katanya.

Di pasar ekuitas, indeks acuan Hang Seng di bursa Hong Kong turun 4,22 persen ke penutupan terendah sejak November, membawa kerugiannya sejak Kamis menjadi lebih dari 9,5 persen. Indeks Hang Seng China Enterprises ditutup 5,08 persen lebih rendah.

Indeks Hang Seng Tech merosot melewati rekor terendah sebelumnya menjadi berakhir turun 7,97 persen hari ini. Indeks telah kehilangan lebih dari 16 persen sejak penutupan Kamis.

Penurunan Hang Seng berlangsung lebih cepat pada perdagangan sore setelah Tencent mengumumkan bahwa aplikasi WeChat untuk sementara menangguhkan pendaftaran pengguna baru di daratan Cina karena mengalami perbaikan teknis "untuk menyelaraskan dengan undang-undang dan peraturan yang relevan".

Tencent mengakhiri hari dengan lebih rendah 8,98 persen, penurunan harian tertajam sejak Oktober 2011.

Platform pengiriman makanan Meituan turun 17,66 persen, penurunan harian terbesarnya setelah regulator pasar China mengumumkan serangkaian reformasi untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja pengiriman makanan.

Indeks Kesehatan Hang Seng juga mencatat rekor penurunan, jatuh 9,25 persen karena investor khawatir sektor ini bisa menjadi target berikutnya dari pengawasan pemerintah yang lebih ketat.

Di pasar China daratan, indeks saham unggulan CSI300 berakhir turun 3,53 persen, menjadi penutupan terendah sejak November, memperpanjang aksi jual 3,2 persen pada hari Senin. Indeks Shanghai Composite menyerahkan kenaikan awal menjadi berakhir 2,49 persen lebih rendah pada 3.381,18, penutupan terendah sejak 25 Maret.

Penurunan sangat luas, dengan sub-indeks sektor keuangan CSI turun 3,17 persen, sektor kebutuhan pokok konsumen turun 4,75 persen dan sub-indeks perawatan kesehatan turun 3,9 persen.

Penurunan itu terjadi setelah guncangan pada Senin, didorong oleh aturan baru yang mengekang sektor les privat senilai 120 miliar dolar AS di China, mengirim beberapa saham anjlok lebih dari 45 persen, dan langkah peraturan baru yang menargetkan teknologi dan properti.

"Tindakan keras Beijing terhadap sektor teknologi dan pendidikan telah memicu penetapan kembali risiko regulasi yang signifikan pada investasi untuk perusahaan swasta China," kata Ken Cheung, kepala strategi FX Asia di Mizuhuo Bank, dalam sebuah catatan.

"Dengan demikian, investor asing akan meminta diskon yang lebih besar terhadap investasi China atau bahkan akan memangkas eksposur pada perusahaan China," tambah Cheung.

Saham pendidikan terus merosot pada hari Selasa, dengan New Oriental Education & Technology Group Co turun 8,63 persen, melengkapi penurunan selama tiga hari terakhir menjadi lebih dari 70 persen, sementara indeks pendidikan CSI jatuh 4,97 persen.

Skenario terburuk

Anita Chu, seorang analis di CCB International mengatakan dalam sebuah laporan penelitian bahwa lingkungan peraturan yang tidak menguntungkan dapat memaksa perusahaan untuk menghentikan operasi bimbingan belajar setelah sekolah atau bahkan delisting dari bursa, dan mengeluarkan penurunan peringkat dan mengurangi target harga untuk New Oriental.

"Menurut perkiraan kami, potensi spin-off dari operasi (bimbingan setelah sekolah) akan mengambil 60-70 persen dari pendapatan New Oriental dan 80-90 persen dari TAL Education (terdaftar di bursa New York)."

Di Hong Kong, pengembang berutang besar China Evergrande Group memperpanjang kerugiannya, melonjak 13,41 persen lebih rendah menjadi berakhir pada posisi terendah 4 setengah tahun, setelah perusahaan itu mengatakan akan membatalkan proposal dividen khusus.

Sektor properti yang lebih luas di Hong Kong turun 2,55 persen dan saham-A real estat berakhir 4,51 persen lebih rendah.

Menambah kekhawatiran yang lebih luas tentang prospek ekonomi, pertumbuhan laba di perusahaan industri China melambat untuk bulan keempat berturut-turut pada Juni, karena harga bahan baku yang tinggi membebani margin pabrik.

Lonjakan kasus COVID-19 varian Delta yang sangat menular yang berpusat di kota timur Nanjing juga memicu kekhawatiran baru pada hari Selasa.

Baca juga: Saham China dan Hong Kong jatuh, tertekan peraturan baru Beijing
Baca juga: Saham Hong Kong jatuh terseret teknologi, pendidikan dan properti
Baca juga: Bursa saham Hong Kong hentikan penurunan empat hari

 
Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021