Indeks FTSE 100 merosot, terseret saham pertambangan

Indeks FTSE 100 merosot, terseret saham pertambangan

Ilustrasi - Seorang pialang melihat informasi keuangan di layar komputer di lantai perdagangan Indeks di London, Inggris. ANTARA/REUTERS/Simon Dawson/am.

Jakarta (ANTARA) - Indeks FTSE 100 di Bursa Saham London jatuh pada awal perdagangan hari Jumat dan berada di jalur penurunan bulanan setelah lima bulan berturut-turut naik, karena pelemahan saham pertambangan membebani, sementara saham pemilik British Airways IAG turun setelah mengatakan pihaknya masih berhati-hati mengenai prospek pemulihan.

Saham IAG turun 3,6 persen setelah menolak memberikan perkiraan laba untuk tahun ini karena COVID-19, tetapi mengatakan kapasitas musim panasnya akan naik menjadi 45 persen dari 22 persen pada kuartal sebelumnya.

Indeks saham unggulan FTSE 100 kehilangan 1,0 persen, dengan saham perjalanan memimpin kerugian, sementara penambang Rio Tinto, Anglo American, dan Glencore adalah di antara yang turun terdalam.

Baca juga: Saham Eropa jatuh dari tertinggi, tertekan virus dan regulasi China

Saham Glencore turun 2,7 persen setelah melaporkan data produksi yang lebih rendah untuk nikel, timbal dan batubara di semester pertama, tetapi meningkatkan perkiraan untuk divisi perdagangannya.

Indeks saham kapitalisasi menengah FTSE 250 turun 0,7 persen

Di antara perusahaan yang melaporkan pendapatan, kelompok pendidikan global Pearson tergelincir 1,3 persen bahkan setelah melaporkan kenaikan laba semester pertama yang lebih baik dari perkiraan dan lonjakan 17 persen dalam penjualan, membantu menaikkan dividennya.

Baca juga: FTSE 100 London naik, ditopang pendapatan dan dividen yang kuat

 
Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021