Dukung ekosistem kendaraan listrik, BPPT susun platform pantau SPKLU

Dukung ekosistem kendaraan listrik, BPPT susun platform pantau SPKLU

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza berbicara dalam acara virtual peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jakarta, Kamis (5/8/2021). (FOTO ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang menyusun platform pemantauan (monitoring) Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung ekosistem kendaraan bermotor listrik (KBL).

"Kajian mengenai interoperabilitas juga sedang disusun guna pertukaran informasi antar operator SPKLU dan beberapa 'stakeholder' (pemangku kepentingan) terkait," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam acara virtual peluncuran SPKLU di Jakarta, Kamis.

Pada Kamis (5/8), dilakukan peluncuran SPKLU di MT Haryono dan Lenteng Agung yang merupakan hasil kerja sama antara BPPT dengan PT Pertamina.

Ia menyatakan platform pemantauan SPKLU tersebut khusus dibuat untuk regulator, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sehingga regulator dapat menerima informasi mengenai lokasi, plug, dan ketersediaan konektor.

Selain pengembangan teknologi, BPPT juga berperan dalam memberikan kajian teknologi guna mendukung ekosistem kendaraan listrik termasuk aspek teknologi, ekonomi, regulasi, dan standar plug SPKLU bagi beberapa pemangku kepentungan dengan diluncurkannya buku kajian SPKLU di tahun 2020.

BPPT juga melakukan kajian potensi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam SPKLU dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yang dapat bermanfaat bagi industri nasional.

Selain itu, BPPT memberikan rekomendasi komponen dalam negeri teknologi kendaraan bermotor listrik dan SPKLU kepada Kementerian Perindustrian.

Kajian model bisnis dan teknis dari SPKLU, katanya, juga sedang dan akan dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun infrastruktur dan komersialisasi dari SPKLU yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan di masa yang akan datang dengan semakin berkembangnya jumlah kendaraan kepada beberapa pihak seperti PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa pihak swasta lainnya.

Kemudian, BPPT juga mengembangkan platform Sistem Penukaran Baterai guna mengantisipasi berkembangnya SPBKLU dan teknologi pendukungnya, demikian Hammam Riza.

Baca juga: BPPT kembangkan prototipe SPKLU pengisian cepat kendaraan listrik

Baca juga: BPPT ingatkan pentingnya pengolahan limbah baterai kendaraan listrik

Baca juga: BPPT membuat motor propulsi penggerak kendaraan listrik di 2021

Baca juga: BPPT - Pertamina luncurkan dua stasiun pengisian kendaraan listrik
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021