Rencana membuka kembali Australia picu kekhawatiran negara bagian

Rencana membuka kembali Australia picu kekhawatiran negara bagian

Pejalan kaki berjalan di pusat kota yang sepi selama penerapan lockdown di Sydney, Australia, Jumat (20/8/2021). (ANTARA/Reuters)

Sydney (ANTARA) - Kasus infeksi yang tetap tinggi di New South Wales dan Victoria telah memicu kekhawatiran negara-negara bagian lain di Australia yang bebas virus.

Pemerintah federal pada Jumat akan berupaya meyakinkan negara bagian dan teritori untuk mengikuti rencana pembukaan kembali pembatasan COVID-19.

Kabinet nasional - sekelompok pemimpin federal dan negara bagian - akan bertemu pada hari itu karena Queensland dan Australia Barat mengindikasikan untuk menunda rencana membuka kembali perbatasan setelah tingkat vaksinasi mencapai 70-80 persen dari 36 persen saat ini

Target 70-80 persen telah disepakati pada bulan Juli sebagai syarat melakukan pelonggaran beberapa pembatasan.

Pimpinan Queensland Annastacia Palaszczuk pada Kamis memperingatkan pembukaan kembali perbatasan dapat memicu lonjakan infeksi di negara bagian itu yang memiliki 18 kasus aktif.

Dia mengusulkan kontrol yang lebih ketat "sampai saya dapat membuat setiap anak divaksinasi".

Komentar Annastacia Palaszczuk menuai kritik dari pemerintah federal.

Beberapa pakar kesehatan mengatakan tidak ada bukti Delta menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi anak-anak dan ketakutan semacam itu tidak boleh digunakan untuk menunda pelonggaran penguncian di bawah rencana nasional.

Menteri Keuangan Simon Birmingham mengatakan kepada Nine News pada Jumat bahwa Palaszczuk "berfokus pada ketakutan ketimbang pada analisis faktual dan tenang yang perlu dipertimbangkan untuk mengedukasi penduduk".

Asosiasi Medis Australia, yang mewakili dokter negara itu, pada Kamis memperingatkan bahwa rumah sakit saat ini tidak siap mengatasi pembukaan kembali.

Mereka menyerukan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi sebelum "lockdown" dilonggarkan.

Dua kota terbesar di Australia --Sydney di New South Wales dan Melbourne di Victoria-- dan ibu kota Canberra berada dalam cengkeraman gelombang ketiga infeksi yang telah memaksa setengah dari 25 juta orang di negara itu menjalani penguncian.

Sebagian besar ibu kota negara bagian lainnya menikmati kehidupan yang bebas dari infeksi COVID.

Negara bagian Victoria melaporkan 208 kasus baru, naik dari 176 sehari sebelumnya, dan satu kematian baru.

Total hampir 56.800 kasus dan 1.020 kematian telah dilaporkan di Australia sejak pandemi dimulai, jauh lebih rendah daripada banyak negara maju lainnya.

Namun wabah varian Delta telah menimbulkan keraguan terhadap strategi penanganan wabah COVID-19.

Perselisihan antara negara bagian dan pemerintah federal terjadi ketika Perdana Menteri Scott Morrison menginginkan diakhirinya penguncian dan perubahan haluan ekonomi menjelang pemilihan awal tahun depan.

Sumber: Reuters
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021