PGI: Terapkan prokes dan ikut vaksinasi tanda panggilan iman

PGI: Terapkan prokes dan ikut vaksinasi tanda panggilan iman

Tangkapan layar Youtube Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Pdt. Gomar Gultom saat menjadi narasumber Diskusi Virtual Lintas Agama yang diselenggarakan pengelola Masjid Istiqlal, Selasa (7/9/2021). (ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Istiqlal TV)

Jakarta (ANTARA) - Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) mengatakan bahwa disiplin menerapkan protokol kesehatan dan ikut serta dalam program vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu tanda panggilan iman, sebab langkah itu dapat menjaga kemaslahatan kehidupan bersama.

"Oleh karena itu, saya pribadi selalu mengatakan ketidaksediaan mengikuti protokol kesehatan, ketidaksediaan memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak di ruang publik adalah sebuah kekejian. Karena apa? Disadari atau tidak, dia sedang menyakiti orang lain, bahkan mungkin sedang membunuh orang lain," ujar Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dalam Diskusi Virtual Lintas Agama yang dipantau dari Jakarta, Selasa.

Gomar mengatakan pola pembinaan yang dikembangkan gereja-gereja terutama dalam menghadapi pandemi ini adalah bagaimana umat bersikap mempertahankan dan memperjuangkan kehidupan. Kehidupan yang tidak sekadar hidup, tetapi kehidupan yang berkelimpahan.

Maka dari itu, kata dia, umat harus lebih mengedepankan kehidupan apapun taruhannya. Dengan mengikuti protokol kesehatan dan vaksinasi berarti umat sedang menjaga kualitas kehidupan bersama.

Baca juga: Polri ajak tokoh agama dan masyarakat ikut mengedukasi prokes

Baca juga: Menag: Perketat prokes dan tingkatkan semangat berbagi hadapi pandemi


"Termasuk taruhannya misalnya gaya hidup, pola-pola hidup lama yang harus ditinggalkan, termasuk pola-pola konsumsi, termasuk gaya ekonomi, semua harus dikorbankan demi mempertahankan kehidupan," ujarnya.

Di sisi lain, Ia mengajak untuk melakukan pertobatan ekologis, transformasi budaya digital, solidaritas seluruh elemen masyarakat bahkan negara, dan menghargai para ilmuwan yang telah berupaya untuk menemukan vaksin.

Pandemi yang tidak jelas kapan berakhir ini, menurutnya, dapat berubah menjadi pandemi keputusasaan, sehingga tidak menutup kemungkinan masyarakat mengambil jalan pintas.

Oleh sebab itu, dalam kerangka kerja sama antarumat beragama dan peran lembaga serta tokoh agama untuk dapat menumbuhkan harapan di tengah masyarakat sangatlah dibutuhkan.

"Pandemi ini bukan kata akhir, tapi di balik hujan selalu ada pelangi. Peran menumbuhkan harapan adalah peran strategis dari agama dan itu harus kita pertahankan dalam kerja bersama," kata dia.

Baca juga: Habib Milenial: Tokoh agama efektif imbau masyarakat patuhi prokes

Baca juga: Uskup Kupang ajak umat hargai lingkungan hidup dengan patuhi prokes
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021