Tinggal enam orang di rawat di rumah sakit Indramayu akibat COVID-19

Tinggal enam orang di rawat di rumah sakit Indramayu akibat COVID-19

Juru vaksin memvaksinasi siswa di SMAN 2 Indramayu, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021). ANTARA/Dedhez Anggara/hp.

Cirebon (ANTARA) - Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio, BOR) rumah sakit di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini hanya terisi oleh enam orang saja dari totalnya mencapai 201 unit.

Dari 201 tempat tidur di delapan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19 hanya terisi enam orang, demikian Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu yang dikutip di Cirebon, Selasa.

Delapan rumah sakit rujukan yang saat ini masih merawat pasien COVID-19 yaitu RSUD Indramayu merawat tiga orang, sedangkan kapasitasnya 23 unit.

Kemudian RS Bhayangkara dari 30 kapasitas tempat tidur, hanya merawat satu pasien COVID-19 dan sisanya kosong. Sementara untuk RS Mitra Plumbon Indramayu dari 18 kapasitas tempat tidur, terpakai dua.

Baca juga: Mendagri sebut penurunan kasus di Indramayu bukti keberhasilan PPKM

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Indramayu turun setelah PPKM


Sedangkan lima rumah sakit lainnya yaitu RSUD MA Sentot, RS Pertamina Balongan, RS Mursyid, RS MM, dan RS Sentara Medika, dalam keadaan kosong.

Kondisi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pada awal sampai pertengahan bulan Juli 2021, di mana keterisian tempat tidur di rumah sakit di Indramayu pernah mencapai 90 persen.

Menurunnya, angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Indramayu, membuat BOR juga ikut turun.

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu mencatat akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 17.044 orang setelah terdapat penambahan kasus tujuh orang.

Sedangkan untuk kesembuhan bertambah 10 orang, total menjadi 16.216 jiwa, dan kasus kematian bertambah dua menjadi 762 orang.*

Baca juga: Sehari 13 warga Indramayu meninggal akibat COVID-19

Baca juga: Distribusi, kendala vaksinasi COVID-19 di Indramayu-Jabar
Pewarta : Khaerul Izan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021