Banjir menyebabkan satu balita meninggal dunia di Palangka Raya

Banjir menyebabkan satu balita meninggal dunia di Palangka Raya

Arsip Foto. Banjir melanda kawasan padat penduduk di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (13/9/2021). (ANTARA/Adi Wibowo)

Palangka Raya (ANTARA) - Banjir menyebabkan seorang balita meninggal dunia di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Kepolisian Sektor Pahandut AKP Erwin Togar Haasian Situmorang di Palangka Raya, Kamis, mengatakan bahwa seorang anak laki-laki berusia empat tahun diketahui meninggal dunia pada pukul 08.45 WIB di kawasan padat penduduk yang dilanda banjir di Kecamatan Pahandut. 

"Karena tenggelam," kata Erwin.

Ia menjelaskan bahwa anak itu meninggal dunia saat ibunya keluar dari rumah untuk berbelanja dan ayahnya pergi bekerja ke Desa Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau.

Saat ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, korban sedang terlelap tidur seorang diri di dalam rumah.

Namun sang ibu tidak menemukan anak lelakinya di tempat tidur ketika pulang ke rumah. Dalam kondisi panik, sang ibu kemudian berusaha mencari anaknya dan menemukan anaknya mengapung di kolong rumah yang kebanjiran. 

"Melihat anaknya dalam kondisi mengambang si ibu langsung melompat untuk menyelamatkan anaknya. Kemudian dibantu tetangganya korban dilarikan ke RS TNI-AD, namun nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi," kata Erwin.

Ia menambahkan, jenazah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Jalan Telawang Raya, Kelurahan Tanjung Pinang.

Baca juga:
Palangka Raya tetapkan status siaga darurat bencana banjir
Sungai Rungan-Kahayan meluap, Palangka Raya kebanjiran
Pewarta : Kasriadi, Adi Wibowo
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021