Afrika Selatan longgarkan pembatasan COVID-19 ke level terendah

Afrika Selatan longgarkan pembatasan COVID-19 ke level terendah

Para pendukung Pejuang Kebebasan Ekonomi (Economic Freedom Fighters) menghadiri unjuk rasa untuk menuntut penyediaan vaksin penyakit virus corona (COVID-19), di Pretoria, Afrika Selatan, Jumat (25/6/2021). REUTERS/Siphiwe Sibeko/hp/cfo

Cape Town (ANTARA) - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa melonggarkan pembatasan COVID-19 ke level terendah sebagai upaya membuka aktivitas ekonomi menjelang musim liburan musim panas.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Ramaphosa mengumumkan Afrika Selatan akan turun satu tingkat dalam sistem pembatasan lima level.

Pembatasan dilonggarkan ketika negara itu bangkit dari gelombang ketiga pandemi COVID-19 yang didominasi oleh varian Delta.

"Kemajuan di tengah pandemi saat ini berarti bahwa sejumlah pembatasan bisa dilonggarkan," kata Ramaphosa.

Selain melonggarkan jam malam, yang diberlakukan mulai tengah malam hingga pukul 04.00, Ramaphosa mengumumkan bahwa jumlah maksimum orang yang diizinkan berkumpul di luar ruangan akan meningkat dari 500 orang menjadi menjadi 2.000 orang.

Sementara, jumlah maksimum orang yang diizinkan menghadiri pemakaman bisa dua kali lipat menjadi 100.

Namun dengan pemilihan pemerintah daerah ditetapkan akan berlangsung pada 1 November, Ramaphosa mendesak masyarakat untuk menjalani vaksinasi sebagai upaya membantu mencegah gelombang infeksi COVID-19 muncul lagi. 

Baca juga: Gelombang ketiga COVID-19 turun, Afsel cabut pembatasan

Keraguan masyarakat terhadap vaksin menghambat program inokulasi.

“Kegiatan kampanye menimbulkan risiko terbesar pada kemungkinan lonjakan infeksi baru,” katanya.

Jika Afrika Selatan mencapai targetnya untuk sudah memvaksinasi 70 persen populasi orang dewasa pada Desember, lanjut dia, sekitar 20.000 nyawa kemungkinan dapat diselamatkan.

Sejauh ini, sekitar 8,6 juta orang atau lebih dari seperlima dari semua orang dewasa, telah divaksinasi lengkap, kata Ramaphosa.

Pada Minggu (26/9), Institut Nasional untuk Penyakit Menular mengatakan Afrika Selatan telah keluar dari gelombang ketiga COVID-19 dengan rata-rata tujuh kasus per hari.

Persentase orang yang dites positif untuk virus corona menunjukkan penurunan yang berkelanjutan.

Afrika Selatan sejauh ini mencatat 2,9 juta kasus positif COVID-19 dan 88.000 kematian akibat infeksi virus corona.

Sumber : Reuters

Baca juga: Afrika Selatan deteksi varian baru virus corona, masih pelajari mutasi

Baca juga: Sinovac bahas pembangunan fasilitas produksi vaksin di Afrika Selatan


 

Pemerintah RI perkuat perdagangan dengan Afsel


 
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021