Kapal Layar Thailand tanpa dokumen terdampar di Sabang

Kapal Layar Thailand tanpa dokumen terdampar di Sabang

Arsip: Sejumlah peserta Selancar Angin melakukan uji coba menjelang pembukaan Sail Sabang di Sabang, Pulau Weh, Aceh, Kamis (23/11/2017). (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Sabang, Aceh (ANTARA News) - Sebuah Kapal Layar `Yacth` Elysion berbendera Thailand tanpa dokumen dan penumpang terdampar di Pantai Mata Ie, Gampong (Desa) Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Provinsi Aceh, Sabtu.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kapal layar berbendera Thailand itu terdampar di perairan kepulauan paling ujung barat Indonesia sekira pukul 12:30 WIB dan kandas di Pantai Mata Ie, Gampong (Desa) Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang.

"Kapal layar Elysion ini berbendera Thailand terdampar disini dan setelah kami periksa di dalam kapal tidak ada dokumen dan seorang penumpang pun di dalam kapal," Kepala Syahbandar Kelas II Kota Sabang Ady Surya melalui stafnya Heru Kurniawan kepada Antara di lokasi, Sabtu Sore.

Ia mengakui, pihaknya bersama petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Sabang jika cuaca membaik esok hari (Minggu, 14/1) akan berupaya menderet kapal layar tersebut ke teluk Pasiran, Kuta Bawa Timu, Kota Sabang dan nantinya akan dicari pemilik kapal tersebut.

"Kami belum tahu siapa pemilik kapal ini, dan yang pasti seperti yang terlihat kapal ini dari Puket, Thailand, " katanya lagi.

Syahbandar Kelas II Kota Sabang, SAR, BPBD Kota Sabang, Lanal Sabang, kepolisian, dan pihak terkait lainnya berada di lokasi untuk memeriksa kapal itu dan lokasi kapal terdampar sudah di pasang garis polisi.

Sampai berita ini diturunkan kapal layar tersebut masih di bibir pantai Mata Ie dan menjadi tontonan sejumlah masyatakat, bahkan sejumlah warga mengabadikan kapal layar itu melalui telepon genggam.

Secara terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Cot Ba U Maimun Saleh, Sabang Siswanto menyatakan, prakiraan pola pergerakan angin (Streamline), di wilayah Sabang dan sekitarnya, kecepatan angin mengalami peningkatan berkisar antara 16-38 km/jam jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya yang relatif tenang.

"Dampak secara langsung yang terjadi di wilayah perairan Sabang dan sekitarnya adalah adanya kenaikan tinggi gelombang mencapai 1.25 - 2.0 meter," kata Siswanto.

Siswanto menyebutkan, kecepatan angin di wilayah perairan Sabang-Banda Aceh berkisar antara 2-20 knot atau setara dengan 38 km/jam dan secara dominan bertiup dari arah Timur Laut.

"Kondisi ini diperkirakan akan cenderung konsisten sampai 3 (tiga) hari ke depan dan akan mulai menurun pada tanggal 16 januari 2018," sebutnya.

Stasiun Meteorologi Cot Ba U Maimun Saleh, Kota Sabang juga menghimbau agar seluruh masyarakat yang akan melakukan aktifitas di daratan dan lautan agar tetap waspada terhadap dampak yang mungkin timbul dari peningkatan kecepatan yang secara langsung maupun tidak langsung.

"Dampak secara langsung adalah berupa hembusan angin kencang yang dapat menumbangkan pohon atau ranting. Sedangkan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap timbulnya alun di perairan," ujarnya lagi.

Jika ada perkembangan kondisi cuaca yang sangat signifikan Stasiun Meteorologi Cot Ba U Maimun Saleh, Kota Sabang akan segera memperbaharuinya dan kemudian menyebarluakan kepada masyatakat.
Pewarta : Irman Yusuf
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018