Ketua MPR : Aisyiyah berikan pencerahan bagi masyarakat

Ketua MPR : Aisyiyah berikan pencerahan bagi masyarakat

Ketua MPR Zulkifli Hasan (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay)

Surabaya (ANTARA News) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyebut Aisyiyah sebagai organisasi masyarakat yang penting untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat.

Zulkifli saat menjadi pembicara di Tanwir I Aisyiyah periode 2015-2020 di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu mengatakan kehadiran Aisyiyah penting untuk masyarakat, terutama di tahun-tahun politik seperti saat ini.

"Ibu Aisyiyah penting untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa tidak diganti dengan keuangan yang maha esa," kata Ketua Umum DPP PAN itu.

Zulkifli menyebut saat ini terjadi pergeseran di mana uang mulai berkuasa. Dirinya mencontohkan untuk uang sangat berpengaruh dalam pemilihan kepala suatu daerah.

"Sekarang milih apa-apa uang. Kepala desa, bupati, gubernur dan masuk partai harus pakai uang. Orang itu hebat kalau uangnya banyak. Di mana nilai-nilai. Inilah yang membuat kesenjangan semakin jauh," ujarnya.

Untuk itu Zulkifli mengajak segenap anggota Aisyiyah memerangi hal itu demi politik yang berkemajuan.

"Agar rakyat memilih tidak sekadar bagi sembako tapi juga memilih masa depan," ujarnya.

Menurut dia, Aisyiyah selama ini telah teruji begitu lama untuk terus memberikan pendidikan, memberikan edukasi kepada ibu pertiwi serta kepada ibu-ibu Indonesia untuk memberikan nilai-nilai karena keluarga adalah basis pendidikan, basis untuk memberikan contoh teladan.

"Ibu adalah basis untuk membuat keluarga maju, bangsa maju semua maju," katanya.

Dia berharap melalui Tanwir I di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Aisyiyah bisa memberikan konsep gagasan untuk menyumbang Indonesia di dalam perkembangan zaman seperti saat ini.

"Ibu Aisyiyah adalah ibu penerang republik ini. Saya bisa menjadi anggota DPR, Menteri Kehutanan dan Ketua MPR bukan karena hebat tapi karena ibu," tuturnya.
Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018