Yogyakarta butuhkan lima posko pemadam kebakaran

Yogyakarta butuhkan lima posko pemadam kebakaran

Dokumentasi - Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar toko batik di kawasan Malioboro, DI Yogyakarta, Selasa (21/2/2017). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Yogyakarta (ANTARA News) - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta menyebutkan meski daerah tersebut tidak terlalu luas hanya sekitar 32,5 kilometer persegi, namun jumlah posko pemadam kebakaran ideal yang dimiliki seharusnya tersebar di lima lokasi.

"Seharusnya ada satu posko utama di tengah kota dan empat lain ada di penjuru kanan dan kiri setiap sudut kota," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Selasa.

Saat ini, posko yang dimiliki Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta baru ada di dua lokasi yaitu posko induk yang berada di kompleks Balai Kota Yogyakarta dan posko di Jalan Kyai Mojo.

Posko utama biasanya melakukan pemadaman kebakaran di Yogyakarta bagian timur dan Posko Kyai Mojo memberikan layanan di Yogyakarta bagian barat.

"Namun, karena kondisi arus lalu lintas di Yogyakarta semakin padat, maka perlu tambahan posko agar proses penanggulangan kebaran lebin cepat. Response time ditetapkan 15 menit dan itu sulit dicapai jika lalu lintas sangat padat," katanya.

Dinas Kebakaran, lanjut dia, segera memiliki tambahan posko baru yang berada di sekitar Alun-alun Utara Kota Yogyakarta. "Keberadaan posko ini akan sangat vital untuk mendukung penanganan kebakaran dengan response time yang lebih cepat di Yogyakarta bagian barat-selatan," katanya.

Selain itu, lanjut Agus, posko tersebut juga cukup penting karena di sekitar kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta terdapat berbagai objek vital seperti kompleks Keraton Yogyakarta dan Gedung Agung.

Posko tersebut rencananya menempati bangunan yang berada di barat Alun-alun Utara. Bangunan tersebut milik Keraton Yogyakarta dan biasanya digunakan sebagai gedung kegiatan Pramuka.

"Kami juga memiliki keterbatasan dalam jumlah personel. Jika bisa dibagi per posko, maka akan lebih efisien," kata Agus. Dinas Kebakaran saat ini hanya memiliki 89 personel padahal jumlah ideal yang dibutuhkan mencapai 245 orang.

Pada tahun lalu, Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta menambah 30 personel yang ditugaskan untuk membantu petugas piket dan dididik dengan kecakapan penanggulangan kebakaran.

Sedangkan untuk kendaraan, saat ini ada 10 kendaraan operasional, satu mobil peralatan dan satu unit mobil tangga.

Hingga Maret, sudah ada sembilan kejadian kebakaran di dalam kota dan tujuh kasus di luar kota Yogyakarta. "Dalam setahun rata-rata ada 60 hingga 70 kasus kebakaran. Beradasarakn analisa, 90 persen kasus kebakaran disebabkan hubungan pendek arus listrik," katanya.
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018