Laporan dari Mekah - Tim kesehatan antisipasi kondisi jamaah usai armuzna

Laporan dari Mekah - Tim kesehatan antisipasi kondisi jamaah usai armuzna

Dokumentasi - Suasana Posko Kesehatan Haji Indonesia di Mina, Arab Saudi, di sela pelaksanaan jumrah Tasyrik I, Rabu (22/8/2018) dengan pasien lebih lenggang dibanding saat jumrah Aqabah. (ANTARA/ Anom Prihantoro)

Mekkah, (ANTARA News) - Tim kesehatan mengantisipasi kesehatan jamaah haji Indonesia usai mereka menjalani fase krusial berhaji yaitu tahapan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

"Kami mengantisipasi titik krusial pasca-Armuzna ini karena mereka berada dalam euforia karena merasa sudah haji sehingga tidak peduli lagi dengan kesehatannya," kata Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Nirwan Satria dikutip Media Center Haji di Mekkah, Jumat.

Untuk itu, dia mengimbau jamaah haji yang masih ada di Tanah Suci meski fase Armuzna telah usai tapi tetap menjaga kesehatan agar tetap bugar hingga mereka pulang dan tiba di Tanah Air.

Menurut dia, ada kecenderungan sejumlah jamaah yang menjadi lepas diri tidak ketat terhadap kondisi kesehatannya usai fase krusial dilalui seperti saat mereka tidak menjaga pola makan dan beristirahat dengan cukup.

Nirwan mencontohkan euforia jamaah itu nampak seperti saat pergi berbelanja oleh-oleh tetapi tidak mempertimbangkan kondisi badannya.

Pada kasus lain, kata dia, jamaah melakukan umrah sunah berulang kali tetapi kurang beristirahat dan berpotensi membuat kondisi badannya turun.

Maka dari itu, dia meminta sejumlah petugas untuk mengingatkan jamaah haji Indonesia agar tetap disiplin dalam menjaga kesehatannya, terutama bagi mereka yang sudah uzur dan lanjut usia.

"Itu membuat jamaah kelelahan. Jadi kami pesankan kepada teman-teman di kloter dan rombongan untuk menyampaikan bahwa setelah haji fokus pikirkan pulang di Tanah Air," katanya.*

Baca juga: Laporan dari Mekkah - Seleksi istithoah bantu turunkan jumlah jamaah meninggal

Baca juga: Laporan dari Mekkah - Pemerintah diminta perkuat lobi haji


 
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018