NU Jateng bangun masjid darurat di Lombok

NU Jateng bangun masjid darurat di Lombok

Pencarian korban di bawah reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah yang rusak akibat gempa bumi di Bangsal, Lombok Utara, NTB, Rabu (8/8/2018). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Semarang, (ANTARA News) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan NU Care-Lazisnu Jawa Tengah mengirimkan tim untuk membangun masjid darurat serbaguna untuk membantu korban bencana Lombok.

"Kami mengirim tim beserta peralatan yang dibutuhkan untuk membangun masjid darurat serbaguna di Lombok," kata Direktur NU Care-Lazisnu Jateng M Mahsun saat pemberangkatan tim di Semarang, Sabtu.

 Ia mengatakan infrastruktur dan fasilitas umum di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) banyak yang hancur dan porak poranda akibat bencana gempa bumi yang terjadi di daerah itu, termasuk masjid.

 Fungsi masjid, kata dia, sebenarnya sangat banyak yang tidak hanya untuk ibadah, tetapi bisa untuk fasilitas pendidikan dan pembelajaran di luar jam shalat sehingga sangat dibutuhkan.

 "Kalau malam, masjid juga bisa untuk tempat berlindung para pengungsi, dan banyak lagi. Nabi Muhammad SAW ketika hijrah ke Madinah yang pertama kali dibangun adalah masjid," jelasnya.

 Diakuinya, kondisi yang dialami para korban bencana gempa bumi di Lombok memang sangat memprihatinkan karena mereka harus memulai dari nol lagi dengan hancurnya rumah-rumah mereka.

 "Banyak juga anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Lombok, tetapi rumah mereka kan juga hancur. Membangun rumah saja mereka belum mampu, apalagi membangun fasilitas umum seperti masjid," katanya.

Keberadaan masjid darurat serbaguna itu, Mahsun berharap, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para korban bencana alam di Lombok, termasuk untuk sarana pemulihan spiritual dan psikologis.

Konstruksi masjid darurat serbaguna yang dibangun, lanjut dia, dirancang bisa bertahan hingga lima tahun sehingga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin membantu masyarakat yang menjadi korban bencana Lombok.

 "Ada 10 orang yang kami kirim untuk membangun masjid, ditambah nanti di sana ada 18 orang. Biaya untuk membangun satu unit masjid sekitar Rp130-150 juta yang dirampungkan dalam seminggu," katanya.

 Untuk pembangunan masjid pertama, kata dia, berlokasi di Lombok Utara yang diselesaikan dalam waktu seminggu, tetapi pekan depannya akan dilanjutkan dengan pembangunan empat masjid sekaligus.

 "Tim yang kami kirimkan ini dari anggota Banser juga, tetapi yang memiliki keahlian pertukangan, berikut materialnya juga. Begitu tiba di Lombok, mereka akan langsung bekerja," kata Mahsun.

 Upacara pemberangkatan tim ke Lombok berlangsung di Kantor PWNU Jateng, Semarang, dipimpin Direktur NU Care-Lazisnu Jateng Mahsun, didampingi Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh.

Baca juga: Masjid Bayan yang tetap utuh meski diguncang gempa
Baca juga: Warga Mataram dan Lombok Barat mengungsi ke masjid

 
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018