MPR ajak masyarakat rukun hadapi tahun politik

MPR ajak masyarakat rukun hadapi tahun politik

Wakil Ketua MPR, Mahyuddin, menyosialisasikan Empat PIlar MPR dalam menjaga kerukunan di tengah panasnya tahun politik Indonesia. (Dokumentasi Biro Pers MPR)

Bogor (ANTARA News) - MPR dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Bogor mengajak masyarakat rukun berbangsa dan bernegara menghadapi tahun panas perpolitikan Indonesia.

"Menghadapi tahun politik, mari bersama-sama kita menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara. Jadi santai saja," ujar Wakil Ketua MPR, Mahyuddin, di Gedung Kemuning Gading, Kantor Balai Kota Bogor, Selasa.

Mahyuddin menyebut, pemilihan umum di tahun mendatang dapat memancing masyarakat menjadi bertambah panas.  

"Yang menuntut untuk ganti presiden dengan yang tidak mau ganti, semuanya berantem. Jangankan itu, kemarin saja suporter bola saling bunuh membunuh, apa yang dicari?" kata Mahyuddin.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak mudah dan sering terpancing provokasi dan tergiring oleh politik identitas.

"Jangan terbawa politik identitas yang membawa-bawa kepentingan ras,suku, agama, dan golongan," ucap dia.

Dia menganggap, masyarakat yang mudah terpancing masih lemah penghayatan ajaran agama, yang berujung menyerap ajaran radikal dan melakukan hal-hal seperti kekerasan hingga terorisme.

Di sisi lain, Mahyuddin mengharapkan para calon pemimpin yang akan berlaga di pemilihan umum nanti tidak melakukan politik pecah belah. Sebaliknya, mereka beradu gagasan, terutama dalam mengentas kemiskinan yang angkanya pada tahun ini sebesar 9,3 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia.

Selain itu, Mahyudin menghimbau masyarakat untuk menyikapi pertukaran informasi melalui media sosial dengan bijak.

"Sebaiknya tabayyun dulu, benar tidaknya. Jangan asal membagikan berita tidak pasti atau hoax yang akhirnya menjadi fitnah," lanjutnya.

Adanya Sosialisasi Empat Pilar MPR menurut Mahyuddin diharapkan dapat memasyarakatkan empat pilar MPR yakni Pancasila sebagai dasar ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

"Terkadang identitas-identitas tertentu masyarakat dapat memunculkan perpecahan. Namun empat pilar MPR ini dapat menjadi alat pemersatu bangsa kita," jelasnya.

Acara sosialisasi tersebut merupakan kerjasama MPR dengan DPRD Jawa Barat dan Forum Kerukunan Pemuda Bugis Bogor, diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat seperti komunitas pengemudi ojek daring, ibu-ibu majelis taklim, dan sejumlah perwakilan dari organisasi masyarakat se-Kota Bogor.
Pewarta : Devi Ramadhan
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018