Polisi selidiki dugaan keracunan massal di Seruyan

Polisi selidiki dugaan keracunan massal di Seruyan

Salah satu korban keracunan massal sesudah berbuka puasa bersama, yang kemudian dirawat di Puskesmas UPTD Terawan, Kecamatan Seruyan Raya. (FOTO ANTARA/Untung Setiawan)

Seruyan (ANTARA) - Kepolisian Resor Seruyan, Kalimantan Tengah, menyelidiki penyebab dugaan keracunan massal di Kecamatan Seruyan Raya yang mengakibatkan satu bocah meninggal dunia dan puluhan warga lainnya harus menjalani perawatan.

"Sampai saat ini kami masih menyelidiki secara pasti penyebab keracunan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia tersebut," kata Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting melalui Kapolsek Danau Sembuluh dan Seruyan Raya, AKP Mohammad Far'ul Usaedi di Seruyan, Jumat.

Dikatakannya, pihaknya telah memintai keterangan 11 orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dari keterangan korban tersebut nantinya diharapkan bisa diketahui dan terungkap penyebab kasus keracunan massal hingga mengakibatkan satu bocah bernama Bunga (11) meninggal dunia.

Polisi juga sedang mengumpulkan data di lapangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Far'ul Usaedi berharap masalah ini bisa segera diungkap.

"Informasi yang kami terima memang banyak korbannya, namun yang sempat dirawat intensif di Puskesmas UPTD Terawan sebanyak 12 orang, sedangkan lainnya diperiksa kemudian diberikan rawat jalan," jelasnya.

Usaedi berharap korban keracunan yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di puskesmas bisa lekas pulih kesehatannya sehingga dapat dimintai keterangan lebih detail lagi.

Sementara itu, kejadian dugaan keracunan makanan atau minuman massal tersebut berawal ketika para korban menghadiri acara berbuka puasa bersama sekaligus syukuran tasmiyah dan akikah anak ketiga Tuminah, Senin lalu (13/5).

Tuminah merupakan salah satu karyawan PT Sabindo, perusahaan kontraktor mitra perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Mustika Sembuluh Kabupaten Seruyan.

Para korban ambruk setelah makan dan minum di acara buka puasa bersama tersebut. Korban umumnya merasa mual dan pusing hingga kintah-muntah. Salah satu korban yaitu Bunga, mengembuskan nafas terakhir saat dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.

Petugas Bagian Kesehatan Lingkungan atau Sanitarian UPTD Puskesmas Terawan, Rudinah mengatakan, ada sebanyak 53 orang diduga keracunan yang sempat diberikan perawatan di puskesmas tersebut.

Korban diduga mengalami keracunan dari bahan baku air yang dipergunakan untuk mengolah makanan dan minuman. Untuk mengetahui penyebab kematian dan korban keracunan, contoh air yang diduga tercemar limbah tersebut sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Seruyan untuk diperiksa.

Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah korban menyebutkan ada sekitar 190 orang yang menderita keracunan saat mengomsumsi makanan dan minuman di acara buka puasa bersama, sekaligus tasmiyah dan akikah tersebut.

Namun dari 190 orang yang diduga keracunan tersebut hanya 53 yang dibawa ke puskesmas UPTD Terawan untuk diberikan perawatan. Sedangkan korban lainnya lebih memilih istirahat di rumah karena dianggap sakitnya tidak terlalu parah.

Para korban diduga keracunan makan dan minuman itu mengeluh, kepala pusing, sakit perut, mual, muntah dan diare.
Pewarta : Kasriadi/Untung Setiawan
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019