Konjen RRT Surabaya ucapkan selamat terpilihnya kembali Jokowi

Konjen RRT Surabaya ucapkan selamat terpilihnya kembali Jokowi

Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Gu Jingqi saat memberi sambutan pada acara Buka Puasa bersama di Surabaya, Rabu (22/5). (Antara Jatim/ A Malik Ibrahim)

Surabaya (ANTARA) - Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Gu Jingqi mengucapkan selamat atas kembali terpilihnya Jokowi sebagai Presiden Indonesia sesuai pengumuman resmi KPU yang telah mengeluarkan hasil dari pelaksanaan pemilihan presiden.

"KPU telah secara resmi mengumumkan hasil Pilpres, saya ucapkan selamat atas kembali terpilihnya Jokowi sebagai Presiden Indonesia," kata Gu Jingqi di Surabaya, Jatim, Rabu.

Gu Jingqi dalam acara buka bersama dengan Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho, PWNU Jatim dan PW Muhammadiyah Jatim sekaligus pemberian bingkisan cinta Ramadhan kepada 1.600 anak yatim di Masjid Cheng Ho Surabaya berharap di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, perkembangan Indonesia semakin baik dan semakin cepat.

"Semoga rakyat Tiongkok dan Indonesia dapat terus mewarisi semangat Cheng Ho dan juga menjadi Cheng Ho di era baru ini, sehingga dapat semakin mendorong dan memajukan persahabatan antara kedua negara," ujarnya.

Sementara itu, dalam bulan suci Ramadhan ini, Konjen RRT di Surabaya sangat senang dapat berbagi bersama memberikan 500 bingkisan kepada anak-anak dan keluarga kurang mampu.

"Saya mewakili Konsulat Jenderal RRT mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi para kyai dan saudara-saudari umat Islam sekalian serta dalam bulan Ramadhan ini berharap yang terbaik bagi Anda semua," katanya.

Ia mengatakan Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya telah konsisten mengadakan acara buka puasa bersama serta kegiatan pemberian bingkisan, berbagi kasih Ramadhan kepada anak yatim piatu.

"Saya percaya, yang diterima oleh anak bukan hanya bingkisan, namun terutama adalah rasa kasih sayang yang mendalam dari rakyat Tiongkok kepada rakyat Indonesia, dan juga adalah bentuk rasa hormat pemerintah Tiongkok terhadap adat agama dan tradisi suku yang berbeda," tuturnya.
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019