Puluhan warga Jembrana alami keracunan massal acara Porcam

Puluhan warga Jembrana alami keracunan massal acara Porcam

Ilustrasi : Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat didampingi istri dan Ketua DPRD Kapuas Algrin Gasan, serta sejumlah jajaran meninjau sejumlah korban keracunan di RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, Jumat (24/5/2019). (Foto Antara Kalteng/All Ikhwan)

Negara (ANTARA) - Puluhan warga Kabupaten Jembrana, Bali, mengalami keracunan massal saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) Mendoyo, dengan satu orang diantaranya meninggal dunia.

"Yang meninggal dunia itu belum bisa dipastikan karena keracunan. Serangan jantung karena kelelahan juga gejalanya sakit pada perut dan dada, sama dengan gejala orang keracunan," kata Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta MKes, saat dikonfirmasi Jumat.

Dari sekitar 38 orang yang keracunan, seluruhnya warga Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, yang dirawat di Puskesmas, RSU Negara dan rumah sakit swasta, dengan gejala sama yaitu mual, pusing disertai muntah dan diare.

Sedangkan warga yang meninggal dunia atas nama Ni Putu Suardaniasih (34), yang merupakan atlet futsal desa setempat yang bertanding dalam Porcam.

Kronologi yang diperoleh dari Dinas Kesehatan menyebutkan, mereka mengkonsumsi makanan yang sama pada hari Selasa (16/7) sore, dan baru hari Rabu (17/7) sejumlah warga berdatangan ke Puskesmas maupun rumah sakit dengan membawa anggota keluarganya yang keracunan.

"Warga yang meninggal dunia sebelumnya mendapatkan perawatan dari keluarganya di rumah, dan pada tanggal 18 Juli dari pagi hingga sore tidak mengeluhkan apa-apa. Namun sekitar pukul 20.00 wita, korban ditemukan meninggal dunia di kamarnya," kata Suasta.

Sementara dari beberapa korban diperoleh keterangan, mereka sebelumnya mengkonsumsi nasi bungkus dengan lauk telur ayam, daging ayam dan mie dan baru merasakan reaksi keracunan pada hari Kamis.

Mereka mengungkapkan, nasi tersebut berasal dari tempat yang sama, dan hampir seluruh warga yang mengkonsumsi nasi tersebut mengalami gejala keracunan.

Perbekel atau Kepala Desa Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Putu Edi Ediana mengatakan, dirinya juga sempat mengalami sakit perut namun tidak parah.

Menurut dia, warganya yang keracunan sebagian besar sudah boleh pulang setelah menjalani perawatan di Puskesmas maupun rumah sakit.

Terkait penyebab keracunan massal ini, pihaknya menyerahkan kepada pihak berwajib dimana saat ini kepolisian dan Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan.

"Saya juga perintahkan perangkat desa untuk mendata warga yang datang ke acara olahraga tersebut dan mengkonsumsi makanan yang sama. Bagi yang merasakan gejala seperti keracunan, kami akan langsung bawa ke Puskesmas," katanya.

Sementara Kapolsek Mendoyo Komisaris I Made Karsa mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus dugaan keracunan ini.

Informasi yang diperoleh dari Puskesmas Kecamatan Mendoyo yang melayani rawat inap menyebutkan, ada sembilan orang warga yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Baca juga: Setelah santap lemper 40 siswa dan orang tua keracunan makanan

Baca juga: Korban keracunan makanan di Kapuas capai 254 orang
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf/Gembong Ismadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019