Boston (ANTARA Kalbar/BBC) - Hasil penelitian di AS menunjukkan bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar dua kali lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secara alami.

Para peneliti dari Rumah Sakit Anak-Anak Boston di Massachusetts, menemukan bahwa risiko obesitas bertambah saat anak berusia tiga tahun.

Tim itu menemukan kelahiran dengan operasi Caesar dapat mempengaruhi bakteri di perut, yang berdampak pada cara pencernaan makanan.

Studi itu melibatkan 1.255 pasangan ibu dan anak antara 1992 hingga 2002.

Para ibu diikutkan dalam studi, yang diterbitkan di jurnal kesehatan Archives of Disease in Childhood, sebelum masa kehamilan memasuki minggu ke 22.

Bayi mereka diukur dan ditimbang saat lahir dan proses ini kembali diulangi saat anak-anak tersebut menginjak usia tiga tahun.

Rata-rata satu dari empat kelahiran dilakukan secara Caesar dan sisanya dengan persalinan normal.

Tim menemukan hubungan antara masa tubuh, ketebalan kulit dan metode kelahiran anak.

Mereka menemukan bahwa ibu-ibu yang melahirkan secara Caesar cenderung memiliki bobot lebih berat dari yang melahirkan normal, hal ini diketahui mempengaruhi obesitas.

Tetapi para peneliti mengatakan penjelasan lainnya adalah perbedaan dalam komposisi bakteri perut yang didapat pada kelahiran antara dua metode persalinan itu.

Para peneliti mengatakan calon ibu yang memilih operasi Caesar harus lebih waspada dengan risiko obesitas terhadap bayi mereka.

(BBC)

Pewarta:

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2012