Pontianak (ANTARA Kalbar) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal (Pol) Tugas Dwi Apriyanto menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan lebih memfokuskan pengamanan kawasan perbatasan antara Indonesia (Kalbar) - Sarawak (Malaysia).

"Selain itu, saya juga akan memfokuskan penanganan kasus-kasus sengketa lahan, perburuhan, pengamanan perbatasan, Pilkada dan Pemilu 2014," kata Tugas Dwi Apriyanto seusai menghadiri acara pisah sambut pejabat lama Kapolda Kalbar dari Brigjen (Pol) Unggung Cahyono kepada pejabat baru di Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan, alasan ditingkatkannya pengamanan perbatasan, karena Kalbar cukup rawan terjadi tindakan-tindakan ilegal, seperti penyeludupan gula pasir, kayu, narkoba dan aktivitas lainnya yang bersifat ilegal.

"Kami akan tindak tegas, setiap pelanggaran ataupun tindakan ilegal yang menyangkut batas kedua negara, sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Tugas menambahkan, saat ini Polda Kalbar telah memperluas daerah yang dilakukan pengamanan oleh personel Brimob Polda Kalbar, yakni, dari sebelumnya tiga titik, yakni di Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Sanggau, menjadi lima titik, ditambah Kabupaten Sintang, dan Kapuas Hulu.

"Saya akan lanjutkan program Kapolda Kalbar sebelumnya, karena menurut pemaparan beliau, tadi kelima titik itu, yakni kabupaten yang berbatasan darat langsung dengan, Sarawak, Malaysia sehingga memerlukan pengamanan yang cukup," katanya.

Kapolda Kalbar menambahkan, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan apa yang sebelumnya pejabat lama lakukan, seperti melakukan silaturahim dengan Kodam XII Tanjungpura, Pemerintah Provinsi Kalbar, dan berbagai tokoh masyarakat, agama, dan adat.

"Apa yang telah dilakukan oleh pejabat lama cukup bagus, dan saya yakin masyarakat Kalbar akan mendukung saya dalam menjalankan tugas disini," ujarnya.

Sementara itu, mantan Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono membenarkan, dirinya sudah menyarankan agar Kapolda Kalbar yang baru saja menjalankan tugasnya untuk tetap memfokuskan pengamanan di lima kabupaten perbatasan.

"Sudah saya sampaikan apa-apa saja yang memang memerlukan perhatian khusus, seperti pengamanan perbatasan, langkah-langkah dalam pengamanan Pilkada, dan termasuk pendekatan terhadap tokoh masyarakat, adat, agama dan lainnya dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Panjang perbatasan darat antara Indonesia (Kalbar) - Sarawak, Malaysia sekitar 857 kilometer terdiri lima pintu masuk, yaitu Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, di Kabupaten Sanggau dan empat Pemeriksaan Lintas Batas, yakni di Sambas, Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu.

Dari sepanjang 857 kilometer itu, ada sekitar 52 jalan tikus (jalan setapak ilegal) yang menghubungkan 55 desa di Kalbar dengan 32 kampung di Sarawak, sehingga sangat rawan digunakan untuk praktik-praktik ilegal, seperti penyeludupan gula pasir, narkoba, hasil pembalakan hutan secara liar dan lain-lain.
 
(A057)

 

Pewarta:

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2012