Jakarta (Antara Kalbar) - Sub Spesialis Gastroenterology Anak Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Muzal Kadim, SpA (K) mengatakan minuman isotonik bukan merupakan obat diare, melainkan hanya bersifat mencegah terjadinya dehidrasi pada tubuh.

"Walaupun penderita diare berpotensi kehilangan banyak cairan tubuh, tetapi minuman isotonik seperti salah satunya Pocari Sweat bukan merupakan obat diare, ini perlu diluruskan," kata Muzal di sela-sela acara Pocari Sweat Conference ke-10, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia minuman isotonik hanya merupakan minuman yang dapat mencegah tubuh kekurangan cairan. Sedangkan pengobatan jika terjadi diare dapat dilakukan dengan meminum cairan oralit, karena kandungan zat di dalamnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan orang yang terkena diare.

Muzal menjelaskan khusus diare pada anak, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan  yakni mengupayakan rehidrasi diare sejak dini dengan menggunakan cairan oral osmolaritas rendah (kepekatan rendah).

"Jika itu gagal maka harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan terapi rehidrasi parenteral," kata dia.

Selain itu bisa juga dilakukan dengan memberikan dukungan nutrisi memadai pada penderita diare untuk menghindari terjadinya gangguan gizi anak.

"Orang tua juga harus terus memberikan anak makanan, termasuk ASI bagi para balita. Jika penderita sudah dinyatakan kolera, maka dapat diberikan antibiotik secara rasional," kata dia.

Muzal juga mengingatkan agar penderita diare tidak diberikan jus dengan kepekatan cairan tinggi karena dapat menyebabkan sisa air dalam tubuh semakin berkurang akibat tertarik ke dalam cairan jus.

Head of Scientific and Consumer Care, PT Amerta Indah Otsuka (produsen Pocari Sweat), Ratna Yudythia mengatakan produk minuman isotonik memang bukan obat penyembuh diare. Minuman isotonik hanya digunakan untuk pengganti ion tubuh yang keluar saat beraktivitas.

"Ini memang perlu diluruskan, bahwa minuman isotonik itu pengganti cairan yang hilang saat beraktivitas. Jadi sifatnya mencegah terjadinya dehidrasi pada tubuh," kata Ratna.

(R.P.A.Jingga/Biqwanto)

Pewarta:

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013