Jakarta (Antara Kalbar) - Pemerintah Inggris berencana menaikkan usia minimum warga yang bisa mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai upaya untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya.

Sampai saat ini warga berusia 17 tahun diizinkan mengemudi secara mandiri dan selanjutnya batas usia mengemudi diusulkan naik menjadi 18 tahun untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Departemen Transportasi negara itu juga mengusulkan agar izin mengemudi penuh tidak diberikan sampai usia 19 tahun untuk memangkas angka kematian akibat pengendara motor muda.

Rencana itu juga mencakup larangan bagi semua pengendara motor berusia kurang dari 30 tahun untuk memberikan tumpangan atau mengemudi pada malam hari selama 12 bulan setelah mereka lulus ujian SIM, demikian seperti dilansir laman DailyMail.

Usul yang disiapkan Departemen Transportasi itu juga mencakup penerapan batas kadar alkohol yang lebih rendah bagi para pengendara motor selama setahun tanpa memandang usia mereka.

Seorang pengemudi harus melewati serangkaian tes tambahan di lapangan setelah ujian formal sebelum mereka dianggap mampu mengemudikan kendaraan secara mandiri.

Laporan itu menyebutkan bahwa sistem tersebut sudah diterapkan di negara-negara seperti Kanada dan bagian Amerika Serikat untuk memangkas jumlah korban tewas dan terluka akibat kecelakaan lalu lintas, yang di Inggris jumlahnya mencapai 4.470 per tahun kasusnya.

Menurut laporan itu, hampir seperempat dari kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian atau luka serius yang terjadi tahun lalu melibatkan pengemudi berusia di bawah 24 tahun. 

Kelompok usia ini berpotensi empat kali lipat terlibat dalam kecelakaan serius dibanding pendendara yang lebih dewasa.

"Semakin muda seorang pengemudi mendapatkan SIM, maka semakin besar kemungkinan mereka terlibat tabrakan," demikian laporan itu.

"Alasan di balik pemberlakuan peraturan ini adalah adanya temuan yang menunjukkan bahwa penemudi muda dan belum berpengalaman menjadi faktor pemicu risiko kecelakaan," kata Dr Shaun Helman, salah seorang penulis laporan itu.

Ia menyatakan, terdapat bukti kuat bahwa pembatasan usia yang telah diberlakukan di sejumlah negara seperti seperti di Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru dapat menekan angka kematian di jalan raya.

Sekretaris Transportasi Inggris Patric McLoughlin menyatakan "berpikiran terbuka" tentang laporan itu dan sedang mempertimbangkan untuk menerapkannya.

Asosiasi Asuransi Inggris (ABI) juga menyerukan pembatasan usia pengemudi muda pada tahun lalu, termasuk masa minimum latihan mengemudi sebelum mengikuti ujian mendapat SIM.

"Mobil berpotensi menjadi senjata mematikan, dan kita harus bertindak untuk membantu menangani pengemudi muda tentang bahaya mengemudi. Meningkatkan keselamatan pengemudi muda juga akan mengurangi biaya asuransi," kata ABI.

Penelitian ABI menunjukkan 27 persen dari klaim asuransi kecelakaan pribadi di atas 500 ribu poundsterling melibatkan pengemudi usia 17-24.

Pewarta:

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013