Pontianak (Antara Kalbar) - Staf Khusus Menteri Pembangunan Desa Tertinggal Daniel Johan telah mendatangi ratusan desa di Provinsi Kalimantan Barat untuk melihat dan mengawal program yang telah dilakukan sebelumnya.

"Mungkin kalau dihitung, ada 783 desa dan 24 ribu warga di mana saya sudah bertemu langsung," kata Daniel Johan di sela kunjungan ke Kalbar di Pontianak, Jumat.

Daniel yang juga Wakil Sekjen DPP PKB itu menuturkan, ia sejak empat tahun terakhir telah berkeliling berbagai desa di Kalbar.

Tahun lalu, pada Februari, ia telah keliling di 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Menurut Daniel yang asli dari Nanga Silat, Kabupaten Kapuas Hulu ini, Kalbar mempunyai potensi yang luar biasa.

Namun, lanjut dia, potensi tersebut masih perlu digali lebih jauh untuk menyejahterakan masyarakat Kalbar.

Ia terkadang cukup terenyuh melihat masyarakat terutama di daerah perbatasan yang hidup dalam keterbatasan.

Sebagai staf khusus dari menteri yang menangani pembangunan daerah tertinggal, ia pun ikut mengawal program kementerian.

"Salah satu tujuan program itu untuk membantu masyarakat serta mendorong kesejahteraan mereka," ujarnya.

Program bantuan yang diberikan mencakup berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, industri rumah tangga dan sebagainya.

Menurutnya, desa merupakan target utama yang harus dibangun. Ia menilai ada tiga hal prioritas untuk membangun desa yakni infrastruktur jalan dan jembatan, air bersih dan irigasi, serta penerangan.

"Tiga hal ini saya yakini akan membuat desa cepat maju. Bukan hanya desanya, tapi yang utama adalah para petani dan nelayan yang hidup di desa tersebut. Harapan kita kehidupan petani dan nelayan menjadi lebih mudah, produksi meningkat, dan penghasilannya bertambah," kata Daniel. 

Pewarta: Teguh Imam Wibowo

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014