Sintang (Antara Kalbar) - Pemkab Sintang kembali berperan serta dalam pameran perdagangan kerajinan internasional (Inacraft) yang ke-16 di Jakarta pada 23-27 April, yang mengusung tema “Dari Kampung ke Pasar Global” .

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sintang, Sudirman, mengatakan,  keikutsertaan Kabupaten Sintang pada kegiatan Inacraft tahun ini, Disperindagkop lebih banyak mempromosikan tenun ikat Dayak dan anyaman.

“Bupati Sintang juga sudah mendapatkan penghargaan upakarti atas pengembangan tenun ikat ini dari Presiden RI,” jelas Sudirman.

Ia  menyampaikan pihaknya akan terus mendorong dan mendukung agar para pengerajin di Kabupaten Sintang bisa terus berkarya. “Mereka menghasilkan produk kerajinan, kami akan bantu promosi dan menjualnya ke masyarakat luas. Dampaknya kesejahteraan pengrajin semakin baik dan nama Kabupaten Sintang juga semakin dikenal,” katanya.

Sudirman menambahkan untuk Inacraft tahun ini, sudah memberikan identitas dan informasi yang cukup lengkap terhadap semua produk kerajinan. Informasi tersebut misalnya nama produk dan pengerajinnya, alamat, nomor telepon serta kemampuan para pengerajin dalam memproduksi barang.
“Sesuai pesan Presiden RI, semua pihak diajak untuk mencintai dan mempromosikan hasil kerajinan asli daerah,” ajak Sudirman.

Kepala Bagian Penanaman Modal Setda Sintang, Khaidir melihat kerajinan khas Kabupaten Sintang merupakan salah satu potensi daerah yang bisa terus menerus dikembangkan.

“Pemda Sintang akan terus memfasilitasi para pengerajin agar terus berkarya bahkan memperbesar kuantitas produksi kerajinan. Supaya kalau ada pengusaha atau pembeli yang mau membeli dalam jumlah besar, ketersediaan barang tetap ada dan permintaan bisa terpenuhi,” katanya.

INACRAFT 2014 diikuti oleh produsen dan pengusaha handicraft dari berbagai daerah di Indonesia menempati 1.290 kios di area pameran seluas 25.070 meter persegi. Sebanyak 1.290 kios itu terdiri dari, antara lain, 698 swasta, 450 dinas, 137 Badan Usaha Milik Negara. Produk yang dipamerkan antara lain perhiasan, pakaian, aksesori, suvenir, kerajinan tangan, dan peralatan rumah tangga.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2013, industri kerajinan berkontribusi Rp92,6 triliun terhadap perekonomian nasional (produk domestik bruto).

Pewarta: Faiz

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014