Sintang (Antara Kalbar) - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman mengajak para guru formal memanfaatkan momen hari pendidikan nasional untuk mempersiapkan diri menyongsong pelaksanaan kurikulum 2013 di Kabupaten Sintang.

“Pelaksanaan kurikulum 2013 akan dilaksanakan mulai tahun ajaran baru nanti,” katanya.

Dia mengingatkan para guru sebagai seorang profesi, guru haruslah profesional dan sebagai orang mulia, guru harus bersikap mulia. “Guru harus menjaga etikanya dalam menyampaikan aspirasi. Jangan sedikit-sedikit menuding Dinas Pendidikan telah menahan tunjangan profesi mereka.

“Mana mungkin Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang bisa menahan tunjangan profesi guru sementara proses penyaluran tunjangan profesi ini tidak melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang tapi dari pusat langsung ke rekening para guru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Alexius Akim saat berada di Sintang menyampaikan tahun ini ada sekitar 28.000 guru akan dilatih kurikulum 2013. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan guru sebelum sekolah melaksanakan kurikulum 2013.

Dikatakan Akim di tahun ini, setidaknya 50-60 persen sekolah di seluruh Kalbar harus sudah melaksanakan kurikulum 2013. Dikatakan dia, sebelum sekolah melaksanakan kurikulum 2013 ini, LPMP bersama Disdik Kalbar akan melatih guru-gurunya terlebih dahulu.

Akim mengatakan sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan kurikulum 2013 di tahun 2013 lalu belum 100 persen berjalan baik dan masih perlu perbaikan. Akim meminta pelatihan kurikulum 2013 untuk para guru yang sudah dilaksanakan provinsi harus ditindaklanjuti oleh Dinas Kabupaten/Kota.

“Jangan sampai para guru hanya diberikan sekali pelatihan kurikulum 2013 oleh Pemprov kemduian dilepas oleh kabupaten. Dinas Kabupaten/Kota wajib menindaklanjutinya dengan kegiatan serupa agar penguasaan guru terhadap kurikulum 2013 menjadi matang,” ungkapnya.

Dikatakan dia, pelaksanaan kurikulum 2013 dilaksanakan semua tingkatan sekolah mulai dari SD hingga SMA. Kurikulum 2013 ini dilaksanakan secara bertahap dan akan dilaksanakan seluruh kabupaten/kota di Kalbar pada tahun ini. “Cuma tidak bisa mencakup semua sekolah. Pelaksanaannya tergantung guru dari sekolah mana yang sudah ikut pelatihan. Jadi tidak hanya sekolah-sekolah di kota saja yang melaksanakan kurikulum ini,” jelasnya.

Akim mengatakan pelaksanaan kurikulum 2013 tahun lalu terkendala oleh pembiayaan. “Kemarin kami minta ada sharing dana dari kabupaten/kota untuk pembiayaan pelaksanaan kurikulum 2013. Ternyata kabupaten/kota tidak siapkan anggaran itu. Mengapa tidak menyiapkan karena kebijakan ini baru di launching setelah APBD ditetapkan sehingga Dinas Kabupaten/Kota tidak sempat menganggarkannya. Paling mereka menganggarkannya di APBD perubahan,” jelasnya.

Pewarta: Faiz

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 1970