Sintang (Antara Kalbar) - Komandan Korem 121/Abw, Kolonel Inf Alfret Denny D. Tauejeh menyampaikan wilayah perbatasan masih rawan kasus-kasus penyelundupan. Seminggu yang lalu, Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia berhasil menggagalkan penyelundupan kayu gaharu di Entikong.

“Kayu gaharu yang ditangkap ada 3 ton dan kasusnya sudah diserahkan ke kepolisian,” katanya.

Danrem mengatakan penyelundupan juga sering dilakukan melalui jalur-jalur tikus. Tapi terakhir ini justru melalui Entikong.

Dia mengatakan dalam mengamankan perbatasan, TNI hanya menjaga saja. Jika terjadi pelanggaran maka akan diserahkan ke pihak yang berwenang. “Kalau pelanggaran tersebut penanganannya menjadi kewenangan bea cukai, kami serahkan ke bea cukai. Kalau itu itu kewenangan polisi ya kami serahkan ke polisi. Jika TNI tangkap TKI ilegal, kami serahkan ke Imigrasi,” ujarnya.

Denny saat ini perbatasan RI-Malaysia di Kalbar dijaga oleh Satgas Pamtas dari Batalion Infanteri Lintas Udara 501 Kostrad dan Yonif 315/ Garuda rai Kodam III Siliwangi. Dikatakannya, selain penyelundupan gaharu, kerawanan lain yang terjadi di perbatasan yaitu penyelundupan TKI Ilegal. Sementara, katanya untuk pergeseran patok batas, selama ini tidak pernah lagi terjadi.

Ia menegaskan kalaupun patok bergeser, koordinatnya kan tidak bisa bergeser. Dikatakannya, jika ditemukan patok batas berpindah dari koordinat yang sebenarnya maka dari TNI dan Tentara Malaysia membentuk tim investigasi untuk mengecek ke lapangan. “Jika benar patok bergeser akan dikembalikan ke tempat semula,” katanya.

Ia menyampaikan untuk masalah Tanjung Datuk dan Camar Bulan sudah menjadi masalah negara. “Sebagai Danrem hanya melaporkan perkembangannya dan saat ini persoalan tersebut sedang dibicarakan tim dari Indonesia dengan tim dari Malaysia,” jelasnya.

Dia menyampaikan selama dirinya menjadi Danrem 121/Abw, belum pernah menemukan patok batas yang bergeser.

Pewarta: Faiz

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014