Jakarta (Antara Kalbar) - Manajemen obesitas dengan menjaga berat badan ideal dan menghindari kegemukan dapat menurunkan resiko terkena diabetes karena salah satu pemicu penyakit tersebut adalah kegemukan, kata Dokter Spesialis Gizi Samuel Oetoro.

"Menghindari kegemukan dan menjaga berat badan ideal menurunkan resiko terkena diabetes yang merupakan penyakit penyerta obesitas," kata Dokter Spesialis Gizi Samuel Oetoro dalam acara "Sweat Over Sweet" yang digelar Kemenkes untuk memperingati bulan peduli diabetes di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan terdapat empat pilar dalam menjaga berat badan ideal, yakni diet atau pola makan sehat, olahraga, perubahan perilaku serta pengobatan di bawah pengawasan dokter jika diperlukan.

"Perubahan perilaku dapat berupa mengganti cemilan dengan buah segar dan menghindari asupan gula dan lemak jenuh. Hal tersebut akan sangat berarti dalam mencegah diabetes," katanya.

Berat badan, tuturnya, adalah faktor resiko yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan. Berat badan ideal sebaiknya tidak lebih dari 12 kilogram per meter persegi serta lingkar perut tidak lebih dari 90 cm bagi laki-laki dan 80 cm bagi perempuan.

Selain berat badan dan obesitas, faktor yang dapat dimodifikasi untuk mencegah diabetes adalah aktivitas fisik minimal tiga kali seminggu selama setidaknya 30 menit, tekanan darah, diet serta riwayat penyakit radiovaskular.

Sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia di atas 45 tahun, riwayat diabetes, riwayat kehamilan dan kelahiran bayi dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram.

Berdasarkan data dari International Diebetes Federation (IDF), 9,1 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes dan diperkirakan akan mencapai 14,2 juta pada 2035.

(SDP-69/Z. Meirina)

Pewarta: Dyah Dwi Astuti

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014