Pontianak (Antara Kalbar) - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, H Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH mengingatkan para petani untuk memanfaatkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) bantuan pemerintah sebaik mungkin.
Hal ini disampaikan Abdullah saat menyerahkan traktor tangan tipe dua roda bantuan Kementerian Pertanian RI melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun 2015 kepada Kelompok Tani Maju Bersama Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap.
Di hadapan anggota kelompok tani, Abdullah berharap Alsintan ini bisa lebih meningkatkan produktivitas pertanian terutama tanam padi.
"Bantuan ini merupakan usulan petani yang disampaikan kepada saya yang kemudian diperjuangkan melalui Fraksi Partai NasDem DPR RI. Alhamdulillah untuk Kabupaten Kubu Raya mendapatkan 30 unit. Kita berharap ini bisa meringankan petani dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga menjadi gembur dan subur, menghemat waktu dan biaya kerja terutama biaya produksi," harap Abdullah.
Ketua DPW Partai NasDem Kalbar ini juga mengharapkan bantuan tersebut nantinya bermuara pada peningkatan hasil produksi pertanian.
"Bila hasil panen meningkat dan biaya produksi bisa ditekan, tentu petani bisa menabung untuk biaya sekolah anak-anak. Kita harapkan ada peningkatan kesejahteraan para petani," ucapnya.
Mengingat pemerintah tidak bisa membantu sepenuhnya, putra kelahiran Tanjung Saleh ini meminta petani untuk menggunakan alsitan tersebut secara bergiliran.
"Karena satu kelompok satu unit yang baru bisa dibantu, silahkan gunakan secara bergiliran. Jangan lupa dijaga dan dirawat sehingga tidak cepat rusak dan lebih awet," katanya mengingatkan.
Pada kesempatan tersebut juga, sejumlah anggota kelompok pertanian menyampaikan aspirasi agar diperjuangkan bantuan power traiser serta pompanisasi terutama untuk antisipasi di musim kemarau dan banjir.
Selain itu, mereka berharap pemerintah mampu menjaga harga gabah di tingkat petani dan memberikan perhatian serius terhadap ketahanan serta kekuatan pangan lokal.

Pewarta:

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015