Gresik (Antara Kalbar) - Kerugian kebakaran kapal layar motor (KLM) Dwi Fortuna di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur, ditaksir mencapai Rp8,49 miliar, karena kerusakan terjadi pada semua bagian kapal.

Kapten Kapal Jamaluddin di Gresik, Rabu, mengatakan besaran kerugian terdiri dari harga KLM Dwi Fortuna yang mencapai Rp6 miliar, ditambah isi kapal yakni pupuk dolomit senilai Rp2,49 miliar.

"Kapal mengangkut pupuk dolomit milik warga Surabaya dengan kapasitas 415 ton dan hendak dikirim ke Kumai, Kalimantan Selatan," katanya.

Terkait satu anak buah kapal (ABK) yang hilang dan hingga kini belum ditemukan atas nama Ali Maksum, Kasatpolair Polres Gresik, AKP Dwi Aries, mengaku masih terus mencari di antara serpihan kapal yang hangus terbakar.

Ia mengatakan tim gabungan Satpolair Polres Gresik dan Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik telah diterjunkan mencari korban dengan melakukan penyisiran ke seluruh bagian kapal.

"Namun hingga kini, korban belum ditemukan dan pencarian kami hentikan sementara karena keberadaan korban belum terlacak," katanya.

Sebelumnya, kebakaran kapal terjadi pada Selasa pukul 04.00 WIB berawal dari munculnya asap di kamar mesin kapal.

Saat api disemprot tabung pemadam, api tidak padam malah bertambah besar dan mengenai bagian atap kamar mesin kapal.

Akibatnya, keberadaan api tidak bisa dikuasai sehingga terjadi kebakaran dan mengenai bagian tubuh kapal.

Api berhasil dikuasai dan dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Gresik, PT Wilmar Nabati dan Semen Indonesia, dan satu unit PMK Pemkab Gresik bersama-sama memadamkan api.

Akibat peristiwa ini, tujuh dari sembilan ABK yang selamat menjalani pemeriksaan di Polres Gresik, sisanya satu ABK bernama Junaidi terkena luka bakar dan harus dirawat di RS Muhammadiyah Gresik.

Pewarta: Abdul Malik Ibrahim

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015