Pontianak (Antara Kalbar)-Tingginya peredaran narkotika yang masuk dari perbatasan Malaysia melalui Kalimantan Barat membuat beberbagai elemen gerah. Hal ini perlu diwaspadai bersama agar mampu mengatisipasi dan menangkap serta mengamankan peredaraan narkoba di Kalbar.

Untuk itu Polda Kalbar akan segera melakukan koordinasi bersama pihak Malaysia khususnya bersama Polisi Diraja Malaysia (PDM) terkait peredaran dan masuknya narkoba melalui perbatasan ke dua negara yang ada di sepanjang Kalbar.

Hal ini diungkapkan, Kapolda Kalbar Irjen (Pol) Musyafak saat merilis hasil penangkapan tiga tersangka narkoba jenis sabu yang akan di bawa ke Jakarta sebanyak 5, 266 Kilogran di lantai 1 Mapolda Kalbar, kemarin.

"Memang peredaran narkoba di Kalbar ini oleh pimpinan di pusat dan juga harus menjadi perhatian kita semua,"ungkap Irjen (Pol) Musyafak di Pontianak, kemarin.

Sementara katanya lagi, saat ini pihaknya juga telah mengambil langkah-kangkah pencegahan pengunaan narkoba khususnya yang merambah di kalangan generasi muda dalam hal ini pada para pelajar.

"Sosialisasi terkait menangkal bahaya pengunaa narkoba ini kami sudah kami sampaikan ke seluruh sekolah, dari SD hingga ke perguruan tinggi. Karena ini memang sangat penting kami lakukan untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran pengunaan narkoba ini," katanya.

Kata Kapolda dari bulan Januari 2017 Polda Kalbar sudah menangkap dan mengamankan narkoba sebanyak 36 Kg hanya untuk jenis sabu dan ribuan butir pil Happy Five.

"Ini harus menjadi perhatian serius, dengan banyaknya jumlah peredaran narkoba melalui Kalbar. Dan peredaran narkoba di Kalbar ini merupakan terbanyak dibandingan peredaran di daerah lain. Untuk itu, saya sudah komunikasikan hal ini dengan semua stake holder," terangnya.

Sementara itu, Kunsul Malaysai di Pontianak, Mohiuddin Ghazali  beberapa waktu lalu saat melakukan jamuan makan siang bersama awak media mengunkapkan Malaysia juga sangat serius dalam memberantas narkoba.

"Kami akan memperketat pemeriksaan di pos-pos lintas perbatasan Indonesia-Malaysia ini. Karena saya menilai ini sebagai strategi kita bersama-sama melawan narkotika," ujarnya.

Menurut Mohiuddin dalam memberantas peredaran narkotika antar negara ini perlu ditingkatkan lagi koordinasi antar kedua negara ini perlu ditingkatkan. Dengan demikian hal ini juga mampu menekan peredaran narkotika di masing-masing negara.

"Sejauh ini kami sudah merancang beberapa cara dalam mengantisipasi barang-barang illegal yang masuk melalui perbatasan tersebut. Di mana melibatkan kepolisian Malaysia dengan kepolisian Kalbar, pemerintah daerah serta TNI di wilayah rawan," kata dia.

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017