Pontianak (Antara Kalbar) - Petani Lada Kabupaten Bengkayang mengeluhkan anjloknya harga Lada yang saat ini hanya Rp60 ribu per kilogram.

"Jika normal, harga Lada bisa mencapai Rp90 ribu sampai Rp110 ribu. Namun, saat ini harganya turun drastis, hanya Rp50 ribu sampai RP60 ribu saja perkilogram," kata Agustinus, salah satu petani Lada di kabupaten Bengkayang, Rabu.

Meski harga Lada turun, para petani terpaksa tetap menjual hasil kebun mereka, mengingat saat ini masyarakat memerlukan anggaran untuk sekolah anak.

"Saat ini banyak anak-anak yang mau masuk sekolah. Mau tidak mau, petani tetap menjual Lada mereka dengan harga yang rendah," tuturnya.

Namun, lanjutnya, ada juga petani yang tetap menahan Lada mereka, menunggu sampai harga Lada kembali normal.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Barat Florentinus Anum menilai harga komoditas lada yang sedang turun saat ini merupakan hal yang wajar karena memasuki musim panen besar.

Anum mengatakan, harga akan kembali normal dan merangkak naik pada 3 bulan mendatang dari sekarang. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat atau petani lada tidak cemas dengan turunnya harga komoditas tersebut.

"Sekarang masa panen biasanya diikuti harga yang rendah tapi jangan khawatir karena penurunan harga tidak terlalu signifikan," katanya.

Dia menjelaskan, lada memang masih primadona sebagai andalan hasil perkebunan dari Kalbar khususnya para petani yang menetap di wilayah perbatasan antara Indonesia-Malaysia.

Hal itu sesungguhnya, lanjut Anum yang mestinya menjadi perhatian bersama. Pasalnya, ada perbedaan harga apabila menjual ke Malaysia dengan pegepul atau perusahaan lada di Indonesia.

"Kalau harga ke Malaysia lebih tinggi tetapi harga jualnya justru lebih rendah di Indonesia," tuturnya..

Untuk itu, dia pihaknya sedang berupaya mendekati lembaga seperti koperasi, koperasi unit desa (KUD)dan non government organization (NGO) untuk bersama-sama membantu posisi tawar petani ke pengepul atau korporasi supaya mendapatkan harga jual lebih mahal.

"Mengingat besarnya potensi Lada yang ada di Kalbar, jelas harus ada langkah yang diambil, untuk menjaga harga tetap stabil," kata Anum.

(KR-RDO/N005)

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017