Washington (Antaranews Kalbar) - John Young, "astronot Amerika paling berpengalaman", yang menginjakkan kaki di Bulan pada progam Apollo dan memimpin misi ulang-alik luar angkasa pertama, meninggal dunia, kata NASA, Sabtu.

Young menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam setelah mengidap penyakit radang paru-paru, kata badan antariksa AS itu dalam pernyataan.

Ia meninggal pada usia 87 tahun.

"Hari ini, NASA dan dunia kehilangan seorang perintis," kata pejabat pelaksana Kepala NASA Robert Lightfoot.

Young merupakan satu-satunya astronot yang terbang ke luar angkasa sebagai bagian dari program ulang-alik Gemini dan Apollo serta astronot pertama yang telah melakukan perjalanan ke antariksa sebanyak enam kali, kata NASA.

Young pertama kali terbang sebagai astronot pada 1965. Saat itu, ia bergabung dengan Gus Grissom di Gemini3.

Gemini 3 merupakan pesawat pertama yang dikendalikan manusia pada program awal penerbangan luar angkasa pembawa manusia milik NASA.

Program tersebut membantu badan antariksa AS itu mempersiapkan pendaratan Apollo di bulan.

Pada 1996, Young terbang ke angkasa luar sebagai Komandan Gemini 10, yang merupakan misi pertama untuk menyatu dengan dua pesawat antariksa dalam perjalanan penerbangan tunggal.

Ia juga mengitari Bulan dalam Apollo 10 pada 1969 dan mendarat di sana pada 1972 sebagai Komandan misi Apollo 16.

Pada 1981, Young menjadi Komandan STS-1, misi ulang-alik luar angkasa pertama.

Sejumlah kalangan menganggap misi tersebut sebagai "uji coba penerbangan paling berani dalam sejarah." Dua tahun kemudian, dalam STS-9, yang merupakan penerbangan luar angkasa terakhirnya, Young mendaratkan pesawat pesawat antariksa itu dengan api muncul di ujung pesawat, menurut NASA.

Young pensiun dari NASA pada 2004.

"Karier Astronot John Young yang berlapis-lapis berlangsung selama tiga generasi perjalanan luar angkasa," kata Lightfoot.

"Dalam segala hal, dia (Young, red) adalah astronotnya astronot. Kami akan merindukannya," tambah Lightfoot.

Pewarta:

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018