New York (Antaranews Kalbar) - Harga minyak menetap lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan negaranya akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, perjanjian penting yang ditandatangani pada 2015.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Trump mengumumkan keputusan tersebut, menambahkan bahwa dirinya tidak akan menandatangani surat pelepasan sanksi-sanksi atas Iran terkait nuklir.

Trump mengulang sikap tegasnya soal kesepakatan tersebut, yang dianggapnya gagal mencegah Iran mengembangkan senjara nuklir atau mendukung terorisme di kawasan.

Gedung Putih bersikeras untuk mengambil keputusan itu kendati Trump mengakui dalam pidatonya bahwa Iran telah mematuhi kesepakatan.

Namun, ia tidak menentukan jangka waktu dan skala sanksi yang harus dipulihkan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh lebih dari empat persen sebelum pengumuman Trump, tetapi mengurangi kerugian setelah pidato presiden.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni kehilangan 1,67 dolar AS, menjadi menetap di 69,06 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli berkurang 1,32 dolar AS, menjadi ditutup pada 74,85 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sehari sebelumnya, harga minyak naik untuk hari keempat berturut-turut, mencapai tingkat yang tidak terlihat sejak akhir 2014, didorong oleh masalah terbaru untuk perusahaan minyak Venezuela PDVSA dan kemungkinan bahwa AS dapat memaksakan kembali sanksi terhadap Iran.

Pewarta: -

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018