Putussibau (Antaranews Kalbar) - Sebanyak 30 orang narapidana Rumah Tahanan Kelas II/B Putussibau yang tergabung dalam "pasukan merah putih" melaksanakan bhakti sosial di Surau Yayasan Madrasah Tsanawiyah Ma'arif NU Kapuas Hulu.    

" Pemasyarakatan diharapkan membawa narapidana mengenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan dan hasil kegiatan akan dilaporkan kepada presiden saat Hut Dharma Karya Dhika pada 30 Oktober mendatang," kata Kepala Rutan Kelas II/B Putussibau, Mulyoko di Putussibau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Selasa.    

Dikatakan Mulyoko, program permasyarakat membawa narapidana berbaur dengan masyarakat itu untuk menghilangkan paradigma masyarakat selama ini yang terkesan menjauhi narapidana dan membuat narapidana itupun merasa minder.    

Ia menyampaikan saat ini Rutan tidak lagi seperti zaman dulu sesuatu yang menakutkan baik untuk narapidana mau pun masyarakat, tetapi saat ini rutan lebih mengedepankan pembinaan kepada narapidana.    
Pasukan merah putih Rutan Putussibau saat melaksanakan bhakati sosial di Putussibau, Kapuas Hulu wilyah Kalimantan Barat. (Foto Antaranews/Timotius)

" Narapidana yang bisa dibawa keluar berbaur dengan masyarakat dalam bhakti sosial orang pilihan yang sudah berkelakuan baik yang diawasi melalui tim melalui program bhakti kepada negeri," jelas Mulyoko.    

Menurut dia, kegiatan membawa narapidana keluar melalui bhakti sosial tersebut akan rutin dilaksanakan.    

Selama ini kata Mulyoko, Rutan Putussibau fokus dengan pembinaan melalui berbagai kegiatan baik keagamaan mau pun kegiatan keterampilan seperti berkebun, bertani dan kerajinan tangan.    

" Harapan kita para narapidana begitu keluar menjadi pribadi yang baik dan tidak mengulangi perbuatannya dalam melanggar hukum," harap Mulyoko.  

 

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018