Sintang (Antaranews Kalbar) - Jelang Hari Ulang Tahun TNI ke-73, tiga Jenderal yakni Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriadi, Danlatamal XII Pontianak, Laksma Gregrorius Agung dan Danlanud Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo melakukan peninjauan ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia selama lima hari dari tanggal 16-20 September 2018.

Kunjungan tersebut terkait digelarnya kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan kepada masyarakat, sekolah dan para pemuda berupa sembako, paket sekolah dan alat-alat olahraga serta pelayanan pengobatan gratis kepada 1.000 orang. Kegiatan itu dipusatkan di Dusun Belubu, Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang.

"Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka HUT TNI ke-73 yang memang tahun ini kami tujukan ke masyarakat perbatasan," kata Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen Achmad Supriadi disela-sela peninjauannya didaerah tersebut, Senin.

Ia mengatakan pembagian bantuan itu merupakan bagian dari profesionalisme TNI untuk rakyat. Pembagian sembako juga dilakukan di Desa Sungai Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu yang juga dihadiri oleh para pejabat teras Kodam XII Tanjungpura. Ikut juga hadir istri Pandam XII Tanjungpura dan istri Danlatamal Pontianak.  
"Saya bersama Danlanud serta Danlantamal sengaja datang ke Desa Sungai Kelik ini untuk melihat hasil pembangunan jalan paralel yang telah kami kerjakan sekaligus ini untuk mempersiapkan Desa Sungai Kelik yang rencananya akan dibangun PLB," katanya.

Ia mengatakan, TNI sangat peduli dalam membantu pemerintah dalam mewujudkan program pembangunan nawacita. Yakni membangun dari Indonesia dari pinggiran seperti di daerah perbatasan ini. 

"Tentu dalam pembangunan ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dimana pembangunan dilakukan bertahap dan yang sudah dibangun adalah infrastruktur berupa jalan paralel. Dimana jalan paralel yang dibangun ini menghubungkan dari barat ke timur pulau Kalimantan," katanya.

Menurutnya, dengan telah dibukanya akses jalan ini dapat memperlancar pembanguan khususnya dibidang perekonomian masyarakat di perbatasan.

"Pembukaan akses jalan ini banyak manfaatnya dan sudah dirasakan oleh masyarakat disini. Dimana jarak tempuh ke daerah lain bisa dilakukan dalam waktu singkat seperti ke Balai Karangan yang dulunya ditempuh hingga 11 jam kini dapat dilakukan dengan hanya 4-5 jam saja," katanya.

 

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018