Pontianak (Antaranews Kalbar) - Wakil Gubernur(Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, mengajak seluruh umat Islam yang ada di provnsi itu agar dapat menggunakan media sosial(Medsos) untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan antaragama lainnya.

"Terwujudnya Ukhuwah Islamiyah merupakan dambaan setiap umat Islam. Hanya saja, nilai ukhuwah ini?terkadang kerap mengalami permasalahan yang dapat merusaknya Islam sangat menekankan persaudaraan dan?persatuan," katanya, di Pontianak, Senin.

Menurutnya, Medsos sebagai produk teknologiseharusnya perlu didayagunakan untuk memperkuat ukhuwah, mempererat tali silaturahim dan persaudaraan muslim.

Namun, pada faktanya, sering kali medsos?disalah gunakan. Medsos digunakan sebagai ajang untuk saling mencaci, mem-bully, menyebarkan ghibah, fitnah, namimah (mengadu domba), dan permusuhan khususnya di tahun politik.

"Gunakan medsos untuk kemaslahatan dan kebaikan,serta merajut persaudaraan. Bukan untuk menebar gosip, hoax, fitnah, dan adu domba, agar bijak dalam memanfaatkan medsos," ujar Wagub.

Menurutnya, kemudahan komunikasi mestinya dijadikan wahana penyambung silaturrahim dan pengokoh ukhuwah.

Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan kedewasaan semua pihak, terutama masyarakat di tingkat bawah untuk tidak terbawa arus dengan hasutan, fitnah dan provokasi.

Masyarakat harus dikuatkan dengan prinsip "Ukhuwah Wathaniyah" Persaudaraan Sesama Warga Negara?Ukhuwah Islamiyyah" Persaudaraan Sesama Orang Islam dan "Ukhuwah Basyariyah" Persaudaraan sesama Manusia.

"Hal ini menjadi sangat penting untuk dikuatkan di tengah bebasnya ujaran kebencian, hasutan dan fitnah yang bebas?di mana-mana untuk memecah belah ikatan sesama warga negara," kata Wagub.

Ditambahkannya, maraknya peredaran obat-obat terlarang seperti Narkoba yang menyasar para generasi muda bangsa ini sehingga kini telah dianggap sebagai kejahatan luar biasa.

Tentu pemerintah, ulama dan orang tua, tidak bisa menutup mata, berdiam diri dan hanya bicara, akan tetapi juga harus berbuat sesuatu mengingat anak-anak merupakan generasi penerus sekaligus aset bangsa yang harus dijaga sehingga terbebas dari bahaya?dan pengaruh negatif.

Untuk membentengi para generasi?muda, terutama para siswa dan mahasiswa dari hal-hal negatif, maka perlu ditanamkan dan diwariskan nilai-nilai keagamaan secara terus menerus.

Hal ini dimaksudkan agar umat dapat memahami makna ajaran agama secara benar dan terarah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang taat melaksanakan ajaran agamanya dengan rukun, damai dan sejahtera.

"Saya mengajak semua pemuka agama maupun yang hadir di sini, mari?bersama-sama untuk saling bersinergi, bermitra, dan melayani untuk kepentingan bersama, terutama terkait dengan peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembangunan, serta atas kontribusinya selama ini dalam mengawal dan menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai, sehingga sampai hari ini kita masih hidup berdampingan dengan harmonis," tandas Wagub.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018