Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalbar, Prijono mengatakan bahwa pada April 2019 angkutan udara masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kalbar.

"Pada April 2019 Kalbar alami inflasi sebesar 0,21 persen. Penyumbang terbesar masih pada angkutan udara," ujarnya di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan kontribusi angkutan pada inflasi pada April 2019 sebesar 0,22. Setelah itu baru disusul komoditas obat dengan resep sebesar 0,07, bawang putih sebesar 0,04, kacang panjang sebesar 0,02 dan udang basah 0,02.

"Sedang lima besar komoditas yang deflasi yakni bayam, tongkol, sawi hijau, telut ayam ras dan cabai rawit," papar dia.

Prijono menambahkan bahwa inflasi di Kalbar pada April 2019 tersebut masih di bawah angka inflasi nasional yang sebesar 0,44 persen.

"Namun secara tahunan, Januari - Maret 2019, inflasi di Kalbar di atas inflasi nasional. Inflasi tahunan Kalbar sebesar 3,85 persen dan nasional 3,13 persen. Proyeksi inflasi Kalbar sendiri pada 2019 ini sebesar 3,5 persen + 1 persen," kata dia.

Sementara itu, Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalbar Nugroho Henray Ekasaputra mengatakan bahwa ada 60 persen aktivitas orang ingin berwisata dipengaruhi oleh harga tiket pesawat. Jika harga tiket tinggi tentu orang akan berpikir ulang atau akan sedikit memerhatikan untuk kegiatan berwisata nya.

"Jika dikaitkan dengan Kalbar maka saat harga sebelumnya yang terbilang normal saja, harga tiket saat momen keagamaan dan tahun baru melonjak naik. Apalagi saat ini yang tinggi, tentu harga akan melonjak lebih tinggi pula," jelas dia.

Sementara itu juga, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pontianak, Andreas Acui Simanjaya menilai dengan tiket pesawat yang mahal akan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah dan bahkan nasional.

"Tiket pesawat yang mahal belakangan ini dirasakan memberatkan pemakai jasa penerbangan domestik. Muara nya nanti bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karena sangat berkaitan dengan berbagai hal," jelas dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019