Real Madrid akan mengalihkan perhatian mengontrak Neymar seandainya mereka tidak bisa menuntaskan kepindahan gelandang Manchester United Paul Pogba sampai akhir jendela transfer Liga Inggris Kamis ini, kata seorang sumber kepada ESPN FC.

Seorang sumber lainnya menambahkan bahwa Paris Saint-Germain akan membuka diri untuk pendekatan dari Madrid, dan bersedia menjual Neymar kepada siapa pun.

Namun ada keraguan tak ada klub yang sanggup memenuhi label harga dari sang juara Liga Prancis itu untuk Neymar yang dua tahun lalu mereka beli senilai 222 juta euro.

PSG belum menerima tawaran dari Madrid dan merasa juara Eropa 13 kali itu tidak mungkin bisa membeli pemain timnas Brasil tersebut mengingat Real sudah mendatangkan Eden Hazard yang bermain pada posisi yang sama dengan Neymar.


PSG tak mau melepas Neymar dengan status pinjaman, melainkan dengan kontrak permanen.

Neymar disebut-sebut akan kembali ke bekas klubnya Barcelona, namun tidak ada kelanjutan untuk kepindahannya itu, sebaliknya saat bersamaan Madrid tak bisa mendatangkan Pogba dari Old Trafford. Kini manajemen Bernabeu mempertimbangkan Neymar sebagai opsi alternatif.

Sumber-sumber berkata kepada ESPN FC bahwa hubungan Presiden Madrid Perez dengan Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi sedang bagus-bagusnya. Untuk itu. Neymar bisa saja bergabung dengan Madrid kendati dia memiliki masa lalu di Barca dan pemain ini sendiri ingin kembali ke Camp Nou musim ini.

Baca juga: PSG jual Neymar

Perez sudah lama ingin menarik Neymar ke Bernabeu yang sudah pernah dia lakukan baik sebelum maupun setelah Neymar bergabung dengan Barca dari Santos pada 2013.

Para pejabat Barca sendiri, termasuk presiden Josep Maria Bartomeu, terang-terangan ingin menarik kembali pemain berusia 27 tahun itu.

Selasa pekan ini pada Barcelona ke Amerika Serikat, bek Barca Gerard Pique meminta Neymar berbicara terus terang ke publik mengenai masa depannya.
Baca juga: Siapa lebih unggul, Messi, Ronaldo, Neymar atau Mbappe?

Pewarta: Jafar M Sidik

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019