Kegiatan Seratoes-248 yang berlangsung selama 18 hari dan resmi ditutup melahirkan gagasan untuk membangun museum pers daerah.

"Rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut 100 tahun koran langka dan hari jadi Pontianak ke -248 terdiri dari dua kegiatan besar yakni pemeran koran langka serta pameran buku lokal konten. Satu di antara rekomendasi dan gagas kegiatan tersebut adalah membangun museum daerah," ujar Ketua Panitia, Ahmad Sofian di Pontianak, Minggu.

Ahmad menjelaskan bahwa setidaknya ada beberapa hal yang melatarbelakangi keinginan untuk membuat museum pers daerah Kalbar di antaranya materi pameran koran langka yang sudah ada dan sayang jika tidak di tindaklanjuti.

"Kemudian juga sebagai wahana pembelajaran, informasi khususnya sejarah surat kabar dan sejarah pers di Kalbar dan sebagai tempat alternatif yang ada di Kota Pontianak untuk wahana rekreasi, informasi dan tempat edukatif yang dapat dikunjungi. Terpenting juga mendorong keberadaan museum-museum dengan tematik lainnya untuk ada di Kota Pontianak," katanya.

Dikatakannya momen lanjutan keberadaan museum pers menjadi penting untuk sebagai tahapan selanjutnya. Kebutuhan dan operasional museum nantinya tetap menggunakan gerakan pendanaan bersama. Hal itu mari pencarian tempat, sewa rumah, pajangan materi pameran masing-masing materi seperti koran langka yang sebagian data nya sudah, narasi dan informasi sejarah penyiaran di Kalbar, perkembangan fotografi dan lainnya.

"Keberadaan museum pers daerah Kalbar semoga akan segera terealisasi 2019. Tentunya dimulai dengan yang sangat sederhana. Untuk kemudian berkembang menuju bentuk ideal," kata dia.

Terkait kegiatan Seratoes -248 merupakan dua dimensi ruang dan waktu seolah bertemu menjadi satu pada Oktober 2019 kemarin yakni 100 tahun surat kabar pertama di Borneo Barat serta 248 tahun hari jadi Pontianak.

Dua dimensi tersebut kemudian dilebur menjadi satu menjadi sebuah nama Seratoes-248, sebagai identitas dari rangkaian kegiatan bersama yang dilakukan oleh 41 komunitas, juga persorangan dari berbagai latar belakang. Komunitas itu mulai dari para penggiat sejarah, jurnalis, penggiat kajian budaya, penggiat literasi, aktivis masyarakat sipil, seniman, cineas, fotografer, editor, konten kreator, mahasiswa, penulis, peneliti, guru, dosen serta lainnya.

Kegiatan Seratoes-248 dimulai pada pembukaan hari Selasa, (15/10) di Kantor LKBN Antara biro Kalbar, sampai hari Sabtu (19/10) Kemudian mulai Senin, tanggal 21 hingga hari Jumat (25/10) Rangkaian pameran koran langka dan buku konten lokal berpindah ke lokasi ‘venue’ Daun Lebar Coffee Jalan Sepakat 1, Pontianak Tenggara. Hari berikutnya, Sabtu (26/10) hingga hari Rabu (30/10/2019) rangkaian kegiatan berada di WK Bos Jalan M Sohor 6A-8A. Selanjutnya mulai hari Kamis (31/11) hingga Sabtu (02/11) berada di PMK co working space, Jalan Wonoyoso 2 no 3 Pontianak.


Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019