Ratusan pencari kerja (pencaker) di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau dan sekitarnya mengikuti rangkaian tes penerimaan karyawan oleh PT Sinar Tayan Inti Mulia (PT STIM), Sabtu.

Terdapat 525 orang pencaker atau pelamar mengikuti rangkaian tes yang meliputi tertulis dan interview, berlangsung di bangunan SD Negeri 03 tersebut. 

Mereka  merupakan yang lulus saat seleksi administrasi sebelumnya. Karena ramainya pelamar, maka saat pelaksana tes dibagi dua sesi.

 Para pencaker ini mengasah kemampuan untuk mengisi tujuh formasi pekerjaan pada perusahaan yang terletak di Dusun Pebaok, Desa Kawat itu.

Ketujuh formasi itu masing-masing bagian kerja operator boiler, operator genset, operator mesin pabrik, mechanic, office, sopir dan security.

 " Kita berharap moga bisa diterima lah. Kalau materi tes relatif mudah dan bisa dijawab lah. Cuma pelamarnya cukup banyak," ujar Jon, salah seorang pelamar.

Terkait penggunaan bangunan sekolah tempat berlangsung tes tersebut, Kepala Sekolah SDN 03 Tayan, Yayan Isnaini mengatakan hal itu tidak mengganggu aktivitas sekolah. Terlebih lagi pada hari Sabtu, kegiatan siswa lebih banyak di perpustakaan.

" Kan  hari Sabtu, kegiatan lebih banyak di perpustakaan dan olahraga. Kita sudah memberitahukan dinas dan pengawas. Penggunaan lokal setelah jam 08.30 WIB, jadi tidak mengganggu siswa. Dan sekolah tidak diliburkan," tegasnya.

Sementara, Human Resource Department (HRD) dari Lampung, PT STIM, Ali, mengungkapkan ada sebanyak 525 orang pelamar yang mengikuti tes itu.

Kemudian soal peminjaman bangunan SDN 03 Tayan untuk tempat tes, setelah mendapatkan izin dari pihak sekolah. "Ya, ada 525 orang yang mengikuti tes ini. Nah, untuk peminjaman bangunan sekolah ini, tentunya setelah kita mendapatkan izin dari pihak sekolah," jelasnya singkat.

Kemudian, Sekretaris Desa (Sekdes) Kawat, Tri Kurniadi mengapresiasi kepada manajemen PT STIM yang telah membuka ruang sebesar-besarnya lowongan pekerjaan kepada masyarakat. Khususnya bagi masyarakat di Desa Kawat untuk mengikuti tes tersebut.

"Kita apresiasi kebijakan manajemen PT STIM ini. Harapan saya dengan adanya perusahaan ini dapat memberikan lapangan kerja serta kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Khususnya untuk lapangan pekerjaan dan berbagai hal lainnya," ungkap pria yang akrab disapa Abay ini.

 PT STIM ini merupakan sebuah pabrik pengolahan minyak inti sawit alias palm kernel oil (PKO). Untuk itu merupakan pabrik penambahan pengolahan produk dari olahan turunan buah sawit selain Crude Palm Oil (CPO).

Pewarta: M Khusyairi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020