Selain pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu, Pemkab Sintang juga mendorong berdirinya Kantor Bea Cukai dan Imigrasi di Kabupaten Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, Kabupaten Sintang memiliki potensi ekonomi yang besar dengan dibangunnya PLBN Sungai Kelik, Bandara Internasional dan Kawasan Industri Sungai Ringin.

"Maka Bea Cukai dan Imigrasi berkoordinasi dengan Pemkab Sintang, karena ada keinginan bersama untuk membangun Kantor Imigrasi dan Bea Cukai di Kabupaten Sintang," kata Jarot.

Dikatakan Jarot, PLBN yang dibangun tipe B, nanti berkembang menjadi tipe A, sehingga ada pelayanan Bea Cukainya.

Sementara Kepala Kantor Bea Cukai Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu, W. Abdillah saat di Sintang mengatakan,  kedatangannya bertemu bupati dan jajaran untuk menyampaikan bahwa Bea Cukai ingin menunjang penuh perkembangan potensi-potensi besar di Sintang seperti rencana mempunyai PLBN yang berbatasan dengan Malaysia di Sungai Kelik, serta kawasan industri Sungai Ringin yang sangat menunjang perekonomian masyarakat daerah ini.

Dari faktor-faktor tersebut, dikatakan Abdillah, sangat melekat dengan tugas dan fungsi Bea Cukai yaitu untuk mendukung industri dan mengembangkan perekonomian daerah.

Karenanya, koordinasi yang lebih kuat harus dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Sintang, sehingga rencana-rencana yang sudah disiapkan bisa disinergikan guna menunjang perkembangan Kabupaten Sintang.

Terkait rencana pembangunan Kantor Bea Cukai di Kabupaten Sintang, menurut Abdillah, akan dikaji bersama Pemkab Sintang.

Ia menilai potensi di Kabupaten Sintang sangat besar dengan adanya pembangunan PLBN, rencana pengembangan Bandara Tebelian bertaraf internasional dan adanya kawasan industri Sungai Ringin, serta Kabupaten Sintang disiapkan menjadi Ibu Kota Provinsi Kapuas Raya ke depannya.

“Rencana adanya kantor bea cukai di Kabupaten Sintang ini, nanti kita akan kaji bersama dengan Pemkab di sini," katanya.

Pewarta: Tantra Nur Andi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020