Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat (Kalbar) menyambut baik hibah pariwisata dari pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan hal itu akan dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata di daerah yang terpuruk dampak COVID-19.

“Kami menyambut baik pemerintah yang akan memberikan hibah ke salah satu sektor kami di bidang pariwisata karena kami sangat merasakan dampak akibat pandemi ini. Perhatian dari pemerintah sangat kami syukuri dan menjadi harapan bersama. Dengan adanya hibah kami bisa bangkit lagi dari keterpurukan yang sangat kami rasakan,” ujar Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal di Pontianak, Jumat.

Yuliardi menjelaskan penilaian siapa saja yang menerima yakni pengusaha di bidang pariwisata termasuk di jasa perhotelan dan jasa makanan dan minuman serta restoran dan rumah makan yang taat dan teratur dalam membayar pajak.

“Intinya, usaha yang memiliki izin, membayar pajak dan usaha yang masih beroperasi sampai Agustus 2020 serta beberapa ketentuan lainnya yang diatur pemerintah. Untuk menentukan dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak karena yang tahu perusahaan mana yang taat bayar pajak,” jelas dia.

Sejauh ini kata dia belum ada anggota PHRI Kalbar yang sudah menerima dan pihaknya siap menunggu ketentuan pemerintah terkait pencairan dana hibah pariwisata.

“Setahu saya yang tidak dapat karena bermasalah dengan pajak. Kita berharap bantuan dapat memberikan manfaat luas baik pelaku usaha maupun ekonomi daerah ini. Kita tahu sektor di kami melibatkan sektor lainnya yang itu dapat menghidupkan kembali ekonomi daerah ini,” jelas dia.

Sementara itu Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra mengharapkan agar hibah ini tepat sasaran sehingga betul-betul mengangkat industri pariwisata nasional yang sedang terpuruk.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020