Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Kubu Raya menyerahkan bantuan kepada warga terdampak COVID-19 yang tinggal di rumah tidak layak huni di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap.

"Bantuan yang diberikan ini dari Korpri Kubu Raya ini berasal dari donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui potongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dikumpulkan selama dampak pandemi COVID-19," kata Sekretaris Korpri Kubu Raya Sri Wijayastuti saat menyerahkan bantuan kepada salah satu warga Sungai Kakap, Minarni, Selasa.

Menurutnya, semua dana dari donasi ASN ini digunakan untuk membantu masyarakat Kubu Raya, baik itu untuk bedah rumah, sembako, panti asuhan maupun ke warga-warga yang terdampak COVID-19.

Dia menjelaskan, setiap bantuan yang diberikan ke warga itu, selalu dilaporkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pertanggungjawaban penggunaan anggaran termasuk juga pemberian masker. 

"Masker yang sudah kita siapkan dari dana ini, sampai saat ini sudah mencapai ratusan juta rupiah. Untuk kriteria bantuan yang akan kami berikan ini berdasarkan masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang ada di masing-masing desa," kata dia. 

"Yang selanjutnya disampaikan kepada Ketua Korpri (Sekda Kubu Raya) atau disampaikan langsung ke pak Bupati H. Muda Mahendrawan," tuturnya,

Di tempat yang sama, warga penerima bantuan Minarni mengatakan akan menggunakan untuk membeli kendaraan roda dua guna mempermudah dan mengamankan usahanya. Mengingat, dengan keterbatasan fisik (Disabilitas) yang dialaminya, Minarni mengaku kesulitan untuk berjualan usaha kuenya.

"Saya bersama keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah sudi datang kediaman saya dengan memberikan bantuan ini. Jujur, bantuan ini sangat berarti bagi saya dalam memperlancar usaha kue saya yang ditekuninya sejak masih gadis," kata Minarni sambil mata berkaca-kaca dikediamannya Jalan Sungai Nyirih RT 05 RW 02 Dusun 1 Desa Sungai Rengas.

Janda dua anak ini merasa bersyukur dengan bantuan ini, tentunya bantuan ini juga akan memberikan semangat bagi dirinya untuk terus mengelola usaha kuenya. Dirinya mengaku, untuk memiliki motor bekas, bagaikan mimpi bagi Minarni yang selama ini ingin memiliki kendaraan sendiri untuk menjajakan usaha kue kepada warga yang sudah memesan via aplikasi.

Minarni mengatakan, selama pandemi COVID-19 ini, tidak semua kue yang dibuatnya laku terjual, terkadang ada sisanya dan biasanya dibagikan kepada tetangganya. 

Diketahui, selama ini, dirinya hanya hidup bertiga dengan anaknya di rumahnya yang terbuat dari papan dengan luas 5X5 meter persegi.

"Alhamdulillah, dalam beberapa hari terakhir ini kue yang saya buat banyak yang laku terjual, terkadang dalam satu hari bisa terjual sebanyak 300 kue, karena warga yang memesan usaha kuenya ini hampir semuanya merupakan warga Sungai Kakap," tuturnya. 

Sementara itu, relawan 169 Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap, Hermili Jamani menjelaskan, dirinya bersama relawan lainnya berusaha mencarikan motor bekas untuk Minarni dan relawan 169 juga sepakat untuk mengumpulkan dana tambahan untuk memodifikasi motor tersebut agar Minarni lebih mudah lagi mengendarai.

"Kita akan carikan motor bekas yang harganya berkisar Rp5 juta, sedangkan biaya untuk modifikasi motor tersebut berkisar Rp3,5 juta. Kami akan mengantarkan motor itu ke ibu Minarni ketika proses modifikasi selesai, agar ibu Minarni bisa langsung mengendarainya," kata Hermili.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020