Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menyatakan hasil tes cepat COVID-19 menunjukkan enam anggota DPRD setempat reaktif sehingga mereka diminta melakukan isolasi mandiri dan tes usap.

"Ditemukan enam anggota DPRD Kabupaten Sanggau reaktif itu saat dilaksanakan pemeriksaan tes cepat, Senin (16/11), terkait rencana keberangkatan mereka berkonsultasi mengenai panitia khusus (pansus) tiga raperda inisiatif DPRD," kata  Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Sarimin Sitepu di Sanggau, Kamis.

Atas hasil tes cepat yang reaktif itu, katanya, tim gugus tugas meminta para anggota DPRD itu untuk melakukan isolasi mandiri dan menjalani tes usap.

"Kita sarankan mereka isolasi mandiri dan juga meminta mereka menjalani tes usap," ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, satu di antara enam orang itu sudah menjalani tes usap yang hasilnya belum ke luar, sedangkan lima lainnya sudah diminta menjalani tes usap di puskesmas terdekat dengan tempat tinggal masing-masing.

Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Jumadi membenarkan enam anggota dewan setempat yang reaktif COVID-19.

Dia mengatakan  bahwa hasil reaktif tidak sama dengan positif. Hasil reaktif itu bisa saja saat yang bersangkutan menjalani tes usap sedang dalam kondisi lelah sehingga menimbulkan demam atau flu.

"Sesuai protokol kesehatan yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ke depan. Harapan kita yang bersangkutan benar-benar istirahat dan berobat, dan semoga saja mereka hanya reaktif tidak sampai positif," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Jumadi juga memastikan bahwa kasus itu tidak mengganggu kinerja DPRD Kabupaten Sanggau.

"Agenda kegiatan kantor DPRD ada 40 anggota. Untuk paripurna, kehadiran 27 orang sudah dinyatakan kuorum sehingga tidak mengganggu kegiatan-kegiatan rutinitas dan paripurna di DPRD," katanya.
 

Pewarta: Muhammad Khusyairi/Slamet Ardiansyah

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020